Reporter: Nur Hidayah | Editor: Buniyamin
TANJUNG REDEB – Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas mengajak masyarakat untuk mulai memanfaatkan pekarangan rumah dengan menanam cabai secara mandiri sebagai langkah sederhana untuk membantu menekan laju inflasi daerah.
Menurutnya, meski kondisi inflasi di Kabupaten Berau saat ini masih tergolong aman dan berada di posisi tengah dibanding daerah lain, kewaspadaan tetap perlu dilakukan agar harga kebutuhan pokok tidak melonjak.
“Berau ini selalu berada di tengah-tengah, tapi kita tetap harus waspada untuk mengurangi inflasi,” ujarnya.
Sri Juniarsih menjelaskan, ketersediaan stok pangan di Berau masih cukup aman. Untuk cadangan beras di Bulog, kini tersedia sekitar 100 ton untuk kebutuhan tahun 2026. Selain itu, pemerintah juga telah menyiapkan rencana tanam padi pada Mei hingga Juli 2026 dengan luas mencapai sekitar 2.000 hektare.
Tak hanya beras, komoditas jagung juga disebut dalam kondisi siap dengan stok sekitar 1.000 ton. Pemkab Berau juga mendapat dukungan dari Kementerian Pertanian berupa bantuan pengembangan tanaman cabai seluas lima Hektare (Ha) yang rencananya akan ditanam di wilayah Talisayan.
Menurut Sri Juniarsih, cabai menjadi salah satu komoditas yang cukup berpengaruh terhadap inflasi, sheingga berharap masyarakat dapat ikut berperan menjaga stabilitas harga dengan menanam sendiri kebutuhan dapur di rumah masing-masing.
“Kami menyarankan melalui camat, kepala kampung, dan dinas terkait agar masyarakat bisa mandiri menanam cabai di rumah. Paling tidak bisa membantu kebutuhan rumah tangga,” katanya.
Ia menilai langkah sederhana tersebut tidak hanya membantu mengurangi pengeluaran keluarga, tetapi juga menjadi bentuk ketahanan pangan mandiri di tingkat rumah tangga. (Adv)



