Reporter: Diansyah | Editor: Buniyamin
NUNUKAN – Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Nunukan kembali menggencarkan razia di sejumlah tempat hiburan malam (THM) di Pulau Nunukan. Razia ini sebagai upaya menekan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika di wilayah perbatasan.
Dalam operasi yang digelar tersebut, petugas menemukan tiga pengunjung yang dinyatakan positif menggunakan narkotika berdasarkan hasil tes urine di lokasi.
Kepala BNNK Nunukan, Anton Suriyadi Siagian menegaskan, razia dilakukan sebagai langkah preventif sekaligus pengawasan terhadap potensi penyalahgunaan narkotika di lingkungan hiburan malam.
“Razia ini bagian dari upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan serta Peredaran Gelap Narkotika (P4GN). Kami ingin memastikan tempat hiburan malam tidak menjadi ruang bebas bagi penyalahgunaan narkoba,” ujarnya.
Pemeriksaan dilakukan secara acak terhadap para pengunjung menggunakan metode tes urine langsung di tempat. Dari hasil pemeriksaan tersebut, tiga orang terindikasi menggunakan narkotika.
“Hasil tes urine menunjukkan ada tiga orang yang positif. Ini menjadi perhatian serius bagi kami,” katanya.
Meski demikian, ketiga pengunjung tersebut tidak langsung diproses secara pidana. BNNK Nunukan memilih mengedepankan pendekatan rehabilitatif dengan mengarahkan mereka mengikuti program wajib lapor dan rehabilitasi.
Menurut Anton, langkah tersebut merupakan bagian dari upaya pemulihan terhadap pengguna narkotika agar tidak kembali terjerumus dalam penyalahgunaan zat terlarang.
“Kami mengutamakan pendekatan rehabilitasi bagi pengguna. Harapannya mereka bisa pulih dan tidak kembali menggunakan narkotika,” jelasnya.
BNNK Nunukan juga akan mendalami hasil razia guna memastikan ada atau tidaknya keterlibatan jaringan peredaran narkotika di balik temuan tersebut.
“Jika nantinya ditemukan indikasi transaksi maupun keterkaitan dengan jaringan peredaran narkotika, makan akan kami tindak lanjuti sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” tegas Anton.
Ia menambahkan, razia di tempat hiburan malam akan terus dilakukan secara berkala mengingat Kabupaten Nunukan merupakan wilayah perbatasan yang dinilai rawan menjadi jalur masuk dan transit narkotika.
“Pengawasan harus terus diperkuat. Kami juga mengajak masyarakat ikut berperan aktif dalam pencegahan dan pemberantasan narkoba di Kabupaten Nunukan,” pungkasnya.


