Banner ADV

Sekolah Minim Akses hingga Proyek Miliaran Mangkrak, Jadi Sorotan Pansus LKPJ DPRD Balikpapan

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Wakil Ketua III DPRD Balikpapan, Budiono. (Foto: Achmad Fadillah/Pusaranmedia.com)
Wakil Ketua III DPRD Balikpapan, Budiono. (Foto: Achmad Fadillah/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Banner ADV

Sekolah Minim Akses hingga Proyek Miliaran Mangkrak, Jadi Sorotan Pansus LKPJ DPRD Balikpapan

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Wakil Ketua III DPRD Balikpapan, Budiono. (Foto: Achmad Fadillah/Pusaranmedia.com)
Wakil Ketua III DPRD Balikpapan, Budiono. (Foto: Achmad Fadillah/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Banner ADV

Sekolah Minim Akses hingga Proyek Miliaran Mangkrak, Jadi Sorotan Pansus LKPJ DPRD Balikpapan 

Wakil Ketua III DPRD Balikpapan, Budiono. (Foto: Achmad Fadillah/Pusaranmedia.com)

Reporter: Achmad Fadillah | Editor: Bambang Irawan

BALIKPAPAN - Lokasi sekolah yang jauh dari permukiman warga hingga proyek kawasan olahraga terpadu yang belum bisa dimanfaatkan meski telah menelan anggaran miliaran rupiah menjadi sorotan Panitia Khusus (Pansus) penyusunan rekomendasi Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Wali Kota Balikpapan 2025.

Sorotan itu disampaikan Wakil Ketua III DPRD Balikpapan, Budiono usai melakukan kunjungan lapangan bersama anggota pansus ke sejumlah titik pembangunan di Kota Balikpapan.

Menurut Budiono, sidak dilakukan untuk memastikan penggunaan anggaran daerah benar-benar tepat sasaran dan sesuai peruntukannya. 

Dalam peninjauan tersebut, Pansus menemukan sejumlah catatan yang dinilai perlu dievaluasi oleh pemerintah kota.

Salah satu yang menjadi perhatian yakni pembangunan SDN 022 Balikpapan Timur. Meski bangunan sekolah dinilai sudah baik, lokasinya disebut jauh dari jangkauan masyarakat dan minim akses transportasi umum.

"Bangunannya bagus, tapi jauh dari jangkauan masyarakat dan tidak ada transportasi umum. Orang tua siswa harus ekstra mengantar anaknya karena lokasinya cukup jauh dari permukiman warga," ucap Budiono, Senin (11/5/2026).

Ia menilai pembangunan fasilitas pendidikan seharusnya juga mempertimbangkan aksesibilitas masyarakat, termasuk dukungan transportasi umum agar sekolah mudah dijangkau siswa.

"Kalau memang dibangun sekolah di lokasi seperti itu, harus dipikirkan juga transportasi massalnya atau akses jalannya," katanya.

Selain sekolah, Pansus juga menyoroti pembangunan kawasan olahraga terpadu di belakang Gedung Kesenian Balikpapan. 

Proyek tersebut diketahui telah dianggarkan sejak 2024 sebesar Rp8,5 miliar dan kembali mendapat alokasi lebih dari Rp10 miliar pada 2025.

Namun hingga kini, kawasan tersebut belum bisa digunakan masyarakat.

"Sudah dua kali dianggarkan, tapi sampai hari ini belum selesai dan belum bisa dimanfaatkan. Tahun depan malah direncanakan ada tambahan anggaran lagi sekitar Rp20 miliar lebih. Ini tentu akan kami evaluasi," tegasnya.

Budiono menjelaskan kawasan tersebut awalnya diproyeksikan menjadi lokasi kegiatan upacara besar di luar area Pertamina. 

Namun karena kini kegiatan besar sudah dapat difasilitasi di BSCC Dome, maka efektivitas pembangunan kawasan itu akan kembali dikaji.

Selain dua lokasi tersebut, Pansus juga melakukan peninjauan ke Puskesmas Sepinggan Baru, drainase di MT Haryono, serta drainase di kawasan Gunung Samarinda.

Ia memastikan seluruh hasil kunjungan lapangan akan menjadi bahan evaluasi dalam penyusunan rekomendasi LKPJ Wali Kota Balikpapan 2025 agar penggunaan APBD lebih efektif dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. (Adv)