Tak Ingin Hanya Jadi Penonton, Bontang Siapkan “Pasukan Terampil” Sambut IKN

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Pembinaan Lembaga Pelatihan Kerja Swasta (LPKS) Tahun 2026. (Foto: Lutfi Aziz/Pusaranmedia.com)
Pembinaan Lembaga Pelatihan Kerja Swasta (LPKS) Tahun 2026. (Foto: Lutfi Aziz/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Tak Ingin Hanya Jadi Penonton, Bontang Siapkan “Pasukan Terampil” Sambut IKN

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Pembinaan Lembaga Pelatihan Kerja Swasta (LPKS) Tahun 2026. (Foto: Lutfi Aziz/Pusaranmedia.com)
Pembinaan Lembaga Pelatihan Kerja Swasta (LPKS) Tahun 2026. (Foto: Lutfi Aziz/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Tak Ingin Hanya Jadi Penonton, Bontang Siapkan “Pasukan Terampil” Sambut IKN

Pembinaan Lembaga Pelatihan Kerja Swasta (LPKS) Tahun 2026. (Foto: Lutfi Aziz/Pusaranmedia.com)

Reporter: Lutfi Aziz | Editor: Bambang Irawan

BONTANG — Pemerintah Kota Bontang tak ingin masyarakatnya hanya menjadi penonton di tengah geliat pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN). Pemkot kini mulai mematangkan “pasukan terampil” melalui penguatan lembaga pelatihan kerja swasta (LPKS) agar mampu merebut peluang kerja dan investasi yang terus tumbuh di Kalimantan Timur.

Komitmen itu ditegaskan dalam kegiatan Pembinaan Lembaga Pelatihan Kerja Swasta (LPKS) Tahun 2026 yang digelar di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota Bontang, Selasa (12/5/2026).

Kegiatan dibuka langsung Wali Kota Neni Moerniaeni didampingi Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Bontang, Asdar Ibrahim. Untuk memperkuat arah pembinaan, Disnaker menghadirkan Ketua HILLSI Kalimantan Timur, Rifyanto Bakri sebagai narasumber utama.

Dalam sambutannya, Neni menegaskan bahwa LPKS bukan sekadar tempat kursus biasa, melainkan ruang penggemblengan tenaga kerja yang harus mampu melahirkan SDM unggul dan siap bersaing.

“LPKS adalah pilar penting. Ini adalah penggemblengan yang diharapkan melahirkan individu siap kerja, mandiri, dan kompetitif. Hal ini selaras dengan misi kita mewujudkan transformasi sosial menuju SDM yang berdaya saing,” ujar Neni.

Ia menilai pembangunan IKN akan membawa efek domino besar terhadap kebutuhan tenaga kerja di berbagai sektor, mulai dari petrokimia, manufaktur hingga jasa. Karena itu, LPKS diminta tidak tertinggal dalam memperbarui metode pelatihan agar lulusannya benar-benar sesuai kebutuhan industri.

Melalui semangat “Bontang Berbenah”, Pemkot ingin memastikan tenaga kerja lokal mampu menjadi pemain utama dalam arus pertumbuhan ekonomi baru di Kalimantan Timur.

“Kita jangan sampai hanya jadi penonton di daerah sendiri. Momentum IKN harus dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas SDM lokal,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Neni juga menitipkan tiga pesan penting kepada peserta pembinaan, yakni menjaga standar kualitas kerja, memanfaatkan momentum pembinaan untuk meningkatkan profesionalisme, serta memastikan lulusan pelatihan benar-benar kompeten sehingga mampu menekan angka pengangguran di Kota Bontang.

Sementara itu, Kepala Bidang Lattas Penta Kerja dalam laporannya menyebutkan pembinaan tahun ini difokuskan pada enam target utama. Di antaranya memastikan pelatihan berjalan sesuai kebutuhan pasar kerja atau link and match, membantu proses akreditasi dan perizinan lembaga, hingga mendorong penerapan pelatihan berbasis kompetensi.

Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi jangka panjang Pemkot Bontang untuk menciptakan tenaga kerja lokal yang tidak hanya siap kerja, tetapi juga siap bersaing di era transformasi industri dan pembangunan IKN.