Ratusan Pebulu Tangkis dari 15 Provinsi Bertarung di Ajang Sirnas C Kutim 2026

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
15 Provinsi di Indonesia bertarung bulutangkis di Sinar C Kutai Timur. (Foto: Dok.Sinar C Kutim)
15 Provinsi di Indonesia bertarung bulutangkis di Sinar C Kutai Timur. (Foto: Dok.Sinar C Kutim)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Ratusan Pebulu Tangkis dari 15 Provinsi Bertarung di Ajang Sirnas C Kutim 2026

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
15 Provinsi di Indonesia bertarung bulutangkis di Sinar C Kutai Timur. (Foto: Dok.Sinar C Kutim)
15 Provinsi di Indonesia bertarung bulutangkis di Sinar C Kutai Timur. (Foto: Dok.Sinar C Kutim)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Ratusan Pebulu Tangkis dari 15 Provinsi Bertarung di Ajang Sirnas C Kutim 2026

15 Provinsi di Indonesia bertarung bulutangkis di Sinar C Kutai Timur. (Foto: Dok.Sinar C Kutim)

Reporter: Siswandi | Editor: Bambang Irawan 

SANGATTA – Ratusan atlet bulu tangkis dari 15 provinsi ambil bagian dalam Sirkuit Nasional (Sirnas) C Bupati Kutai Timur (Kutim) 2026 yang digelar di GOR Kudungga Sangatta. 

Kejuaraan tersebut dinilai menjadi kesempatan bagi atlet Kalimantan Timur (Kaltim) untuk mendulang poin nasional tanpa harus bertanding ke luar daerah.

Persaingan dalam turnamen itu dipastikan berlangsung ketat. Sejumlah klub besar dari Pulau Jawa yang kerap mendominasi ajang Sirnas tingkat nasional turut menurunkan atlet terbaiknya di Sangatta.

Direktur Turnamen Sirnas C Kutim 2026, Aang Syahruddin, mengatakan kehadiran turnamen nasional di Kutim memberi keuntungan bagi atlet lokal, terutama dari sisi efisiensi biaya dan kesempatan bertanding di level nasional.

“Kalau mereka harus ke Jawa, Sumatera atau Sulawesi untuk mengikuti kejuaraan tentu biayanya lebih besar. Tetapi sekarang diadakan di sini, jadi ini kesempatan buat atlet lokal untuk berkompetisi mendapatkan poin,” ujarnya.

Menurut Aang, poin dalam ajang Sirnas menjadi faktor penting untuk menentukan posisi unggulan atlet pada turnamen berikutnya. 

Setiap pertandingan yang diikuti atlet akan memberikan tambahan poin bagi peringkat nasional mereka.

“Setiap atlet yang bermain akan mendapatkan poin. Itu menjadi keuntungan di sirkuit nasional karena nantinya mereka bisa mendapatkan unggulan di kejuaraan berikutnya,” katanya.

Kontingen Kaltim sendiri menargetkan mampu membawa pulang tiga medali emas dari 11 nomor pertandingan yang dipertandingkan. Target tersebut diproyeksikan berasal dari kategori usia dini, pemula dan taruna.

“Target kita ada tiga emas yang bisa direbut, kemungkinan dari kelompok usia dini, pemula dan taruna,” jelasnya.

Ia menyebut kontingen Kaltim diperkuat sekitar 20 klub dari delapan kabupaten/kota, yakni Balikpapan, Samarinda, Kutai Kartanegara, Bontang, Berau, Paser, Penajam Paser Utara dan Kutim.

Sementara Kutim sebagai tuan rumah menurunkan empat klub dengan total 18 atlet. Selain menjadi ajang perebutan poin nasional, Sirnas C Kutim juga disebut sebagai pembuka rangkaian agenda Sirnas di Kaltim sepanjang 2026. 

Setelah Sangatta, turnamen serupa direncanakan berlangsung di Samarinda, Bontang, Balikpapan dan Paser.