Reporter: Achmad Fadillah | Editor: Bambang Irawan
BALIKPAPAN - Anggota DPRD Balikpapan, Wahyullah Bandung menyambut positif peluncuran kawasan komersial modern 88 Plaza Balikpapan.
Ia menilai tingginya minat masyarakat terhadap proyek tersebut menjadi sinyal kuat bahwa iklim investasi di Kota Balikpapan masih sangat menjanjikan.
Hal itu terlihat saat peluncuran perdana Business Loft ASHTON tahap pertama di kawasan 88 Plaza Balikpapan yang langsung habis terpesan oleh para pembeli.
Menurut Wahyullah, kondisi tersebut menunjukkan bahwa Balikpapan masih menjadi daerah tujuan investasi yang menarik bagi pelaku usaha maupun pengembang properti.
"Pertama tentu kita harus mengapresiasi bahwa ternyata iklim investasi di Balikpapan masih sangat baik dan perlu terus kita dukung agar investasi terus tumbuh di Kota Balikpapan," ucap Wahyullah, Selasa (12/5/2026).
Anggota Komisi III DPRD Balikpapan ini mengatakan, Balikpapan sejak lama dikenal sebagai kota yang berkembang melalui investasi dan pertumbuhan sektor industri.
Karena itu, pemerintah dinilai perlu memberikan dukungan terhadap kemudahan perizinan agar investasi dapat berjalan lebih cepat tanpa melanggar aturan yang berlaku.
Selain itu, Wahyullah menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat lokal dalam setiap proyek investasi, khususnya pada sektor konstruksi dan pembangunan kawasan komersial.
"Investasi dari mana pun boleh masuk ke Balikpapan, tapi pelibatan masyarakat lokal dan penggunaan bahan maupun material lokal itu menjadi hal yang penting," tegasnya.
Ia menjelaskan, proyek konstruksi merupakan bagian dari industri jasa konstruksi yang mampu menyerap banyak tenaga kerja dan mendorong perputaran ekonomi daerah.
Menurutnya, keberadaan industri menjadi salah satu indikator penting kemajuan suatu daerah.
Ia menyebut Balikpapan selama ini bertumpu pada sektor industri migas dan jasa pendukungnya yang berkontribusi besar terhadap pendapatan daerah.
"Kalau sebuah kota memiliki industri, baik itu industri jasa konstruksi, industri migas, maupun industri pariwisata, maka kota itu akan cepat maju," katanya.
Wahyullah juga menyoroti pentingnya sinergi antara pemerintah dan pelaku usaha dalam mempercepat proses perizinan investasi.
Ia mendorong adanya forum bersama antara dinas terkait, pengusaha, Kamar Dagang dan Industri (Kadin), Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), Realestat Indonesia (REI), dan Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (APERSI) guna mencari solusi atas berbagai kendala perizinan yang kerap dikeluhkan investor.
Menurutnya, proses perizinan saat ini sebenarnya sudah berbasis digital dan terintegrasi dengan sistem pusat seperti Online Single Submission (OSS) dan Sistem Informasi Manajemen Bangunan Gedung (SIMBG).
Karena itu, investor juga diminta proaktif melengkapi seluruh persyaratan administrasi agar izin dapat segera diterbitkan.
"Kalau ada satu saja persyaratan yang belum terpenuhi, maka proses perizinan bisa terhambat. Jadi memang perlu sinergitas antara pemerintah dan investor," tuturnya.
Ia pun memastikan DPRD Balikpapan mendukung masuknya investasi selama tetap mematuhi aturan dan memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi daerah serta kesejahteraan masyarakat lokal. (Adv)



