Reporter: Tri Agustini | Editor: Bambang Irawan
SAMARINDA — Rencana pengoperasian Teras Samarinda tahap II di tahun ini mendapat sorotan dari DPRD Kota Samarinda.
Legislator meminta seluruh fasilitas yang telah selesai dibangun menggunakan anggaran daerah segera difungsikan dan tidak dibiarkan terbengkalai.
Anggota Komisi III DPRD Samarinda, Abdul Rohim, menegaskan proyek-proyek strategis yang telah selesai dikerjakan harus segera dioperasikan agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat.
“Kalau memang sudah selesai sesuai kontrak di 2025, maka di 2026 ini kita berharap sudah bisa beroperasi,” ujar Rohim.
Menurutnya, keberadaan Teras Samarinda bukan hanya sekadar ruang publik baru, tetapi juga diharapkan menjadi pusat aktivitas masyarakat sekaligus penopang pergerakan ekonomi di Kota Tepian.
Ia menilai pemerintah harus memastikan seluruh sarana dan prasarana yang telah menggunakan anggaran tahun 2025 dapat langsung dimanfaatkan masyarakat. Jangan sampai proyek selesai secara fisik, tetapi belum dapat digunakan akibat persoalan teknis yang belum dituntaskan.
“Kita tidak mau ada kegiatan yang sudah selesai tapi tidak bisa berfungsi. Itu jadi tidak optimal,” tegasnya.
Abdul Rohim meminta pemerintah segera melakukan evaluasi jika masih ditemukan kendala yang menghambat operasional fasilitas publik tersebut.
Selain Teras Samarinda, DPRD juga menyoroti sejumlah proyek lain seperti kolam retensi dan fasilitas publik lainnya agar segera dioperasikan setelah rampung dikerjakan.
Sebelumnya, Andi Harun menyampaikan Teras Samarinda tahap II ditargetkan mulai diresmikan dan dioperasikan dalam waktu dua hingga tiga bulan mendatang.
Hal itu disampaikan Andi Harun usai meninjau kawasan penghubung antara Teras Samarinda tahap I dan rencana tahap III pada 22 April lalu.
Pembangunan Teras Samarinda tahap II sendiri terdiri dari empat segmen. Saat ini, segmen dua hingga empat disebut telah selesai dikerjakan. Namun, segmen pertama masih menyisakan sejumlah pekerjaan lanjutan yang membutuhkan tambahan anggaran.
Sebelumnya diberitakan, Kepala Bidang Cipta Karya Dinas PUPR Kota Samarinda, Andriyani Hanina, menjelaskan pengerjaan awal segmen pertama sebenarnya sudah dilakukan sejak tahun sebelumnya. Akan tetapi, beberapa detail pekerjaan belum dapat diselesaikan karena keterbatasan anggaran.
Meski demikian, pemerintah kota memastikan proses penyelesaian terus dilakukan agar seluruh kawasan Teras Samarinda dapat terintegrasi dan segera dimanfaatkan masyarakat secara menyeluruh.


