DLH Paser Imbau Masyarakat untuk Terapkan Budaya Memilah Sampah di Rumah

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Sampah yang sudah melalui tahap pemilihan di TPST Paser. (Foto: Luthfi/Pusaranmedia.com)
Sampah yang sudah melalui tahap pemilihan di TPST Paser. (Foto: Luthfi/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

DLH Paser Imbau Masyarakat untuk Terapkan Budaya Memilah Sampah di Rumah

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Sampah yang sudah melalui tahap pemilihan di TPST Paser. (Foto: Luthfi/Pusaranmedia.com)
Sampah yang sudah melalui tahap pemilihan di TPST Paser. (Foto: Luthfi/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

DLH Paser Imbau Masyarakat untuk Terapkan Budaya Memilah Sampah di Rumah

Sampah yang sudah melalui tahap pemilihan di TPST Paser. (Foto: Luthfi/Pusaranmedia.com)

Reporter: Muhammad Luthfi | Editor: Buniyamin 

TANA PASER - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Paser mengajak masyarakat Bumi Daya Taka meningkatkan kesadaran dengan menjaga kebersihan di lingkungan sekitar dan tidak membuang sampah di sembarang tempat.

“Jaga kebersihan lingkungan rumah dan di sekitar pemukiman. Buang sampah di tempat semestinya dan jangan membuang sampah sembarang,” kata Kepala DLH Paser, Achmad Safari, Selasa (12/5/2026).

Khusus di Kecamatan Tanah Grogot, kata dia, sampah di setiap rumah diambil petugas menggunakan angkutan roda tiga setiap beberapa hari sekali. Kemudian sampah itu dibawa dan dibuang ke Tempat Pembuangan Sementara (TPS) terdekat.

Selanjutnya, sampah di TPS diangkut menggunakan truk sampah untuk dibawa dan dibuang ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) yang berada di sekitar Tempat Pembuangan Akhir (TPA), Desa Janju, Kecamatan Tanah Grogot.

Di TPST, sampah yang disortir berdasarkan jenisnya, seperti sampah organik, anorganik, plastik, botol dan sampah yang masih dapat didaur ulang agar dapat mempermudah proses selanjutnya.

Sampah anorganik yang bisa didaur ulang akan dipadatkan dan diikat untuk mempermudah proses pendistribusian. Sedangkan sampai organik, akan menjalani proses khusus agar tidak mencemari lingkungan.

Meski demikian, Safari tetap membutuhkan dukungan dan kesadaran masyarakat untuk melakukan pemilahan sampah sejak dari rumah, membedakan sampah organik, anorganik dan daur ulang.

“Masyarakat mesti membiasakan diri untuk memilah sampah di rumah. Supaya dapat memudahkan proses selanjutnya, sekaligus menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman,” tuturnya.