Pemkot Samarinda Fokus Tangani Sedimentasi Drainase Atasi Banjir, Lempake Jadi Titik Awal

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Pengerukan sedimentasi yang dilakukan tim hantu banyu di kawasan Jalan Pramuka, Samarinda. (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)
Pengerukan sedimentasi yang dilakukan tim hantu banyu di kawasan Jalan Pramuka, Samarinda. (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Pemkot Samarinda Fokus Tangani Sedimentasi Drainase Atasi Banjir, Lempake Jadi Titik Awal

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Pengerukan sedimentasi yang dilakukan tim hantu banyu di kawasan Jalan Pramuka, Samarinda. (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)
Pengerukan sedimentasi yang dilakukan tim hantu banyu di kawasan Jalan Pramuka, Samarinda. (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Pemkot Samarinda Fokus Tangani Sedimentasi Drainase Atasi Banjir, Lempake Jadi Titik Awal

Pengerukan sedimentasi yang dilakukan tim hantu banyu di kawasan Jalan Pramuka, Samarinda. (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)

Reporter: Tri Agustini | Editor: Bambang Irawan

SAMARINDA — Hujan yang kerap mengguyur Kota Samarinda belakangan ini masih membuat genangan di sejumlah titik. Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda kembali bergerak menangani persoalan sedimentasi drainase yang dinilai menjadi salah satu penyebab utama genangan air tersebut. 

Dalam waktu dekat, kawasan Sukorejo di Kelurahan Lempake, Kecamatan Samarinda Utara, menjadi titik pertama yang akan ditangani secara intensif.

Asisten II Sekretaris Kota Samarinda, Marnabas Patiroy, mengatakan pemerintah akan memprioritaskan pengerukan sedimentasi di beberapa lokasi rawan genangan usai hujan deras yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.

Menurut Marnabas, drainase di kawasan tersebut sebenarnya pernah diperbaiki sebelumnya. Namun kondisi sedimentasi kembali terjadi akibat material pasir dan lumpur yang terbawa aliran air saat hujan deras.

Karena itu, Pemkot Samarinda akan kembali menggelar rapat koordinasi bersama sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan tim penanganan banjir untuk menyusun langkah percepatan penanganan.

Instansi yang dilibatkan di antaranya Dinas Lingkungan Hidup Kota Samarinda, BPBD Kota Samarinda, Dinas Pemadam Kebakaran, hingga Tim Hantu Banyu.
“Fokusnya bagaimana mengangkat sedimentasi yang ada di sejumlah titik,” ujar Marnabas.

Ia menjelaskan, hasil pantauan lapangan dan arahan dari Wali Kota Samarinda, Andi Harun menunjukkan masih terdapat genangan air di beberapa kawasan setelah hujan turun beberapa hari terakhir.

Untuk mempercepat penanganan, Pemkot akan memaksimalkan penggunaan ekskavator mini milik sejumlah OPD. BPBD disebut memiliki tiga unit alat berat mini, sementara unit lainnya tersedia di Dinas PUPR dan Dinas Perdagangan.

“Semua potensi perangkat daerah akan kita kolaborasikan,” ungkapnya.

Setelah Sukorejo, penanganan akan dilanjutkan ke kawasan Damanhuri. Tim kemudian akan menyusuri jalur drainase mulai dari Damanhuri, Gerilya, Merdeka, kawasan Kehutanan, hingga KS Tubun.
Menurutnya, terdapat empat titik prioritas yang saat ini membutuhkan penanganan cepat karena sedimentasinya dinilai cukup parah.

Marnabas mengakui penanganan sedimentasi di Samarinda memang tidak mudah. Selain kondisi tanah yang labil, hujan deras kerap membawa material pasir dan lumpur ke saluran drainase sehingga endapan cepat kembali terbentuk.
“Jangan heran kalau dua bulan setelah dibersihkan, sedimentasi bisa muncul lagi,” ujarnya.

Karena itu, pemkot kini tengah menyusun pola penanganan yang lebih berkelanjutan agar pembersihan drainase dapat dilakukan secara rutin dan menyeluruh.

“Tujuan utama kami tentu mengurangi genangan air yang selama ini sering terjadi,” pungkasnya.