Banner ADV

Cuaca Panas Picu Risiko Kebakaran, DPRD Berau Dorong Penempatan APAR di Permukiman Padat

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Anggota Komisi l DPRD Berau, Thamrin. (Foto: Nur Hidayah/Pusaranmedia.com)
Anggota Komisi l DPRD Berau, Thamrin. (Foto: Nur Hidayah/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Banner ADV

Cuaca Panas Picu Risiko Kebakaran, DPRD Berau Dorong Penempatan APAR di Permukiman Padat

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Anggota Komisi l DPRD Berau, Thamrin. (Foto: Nur Hidayah/Pusaranmedia.com)
Anggota Komisi l DPRD Berau, Thamrin. (Foto: Nur Hidayah/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Banner ADV

Cuaca Panas Picu Risiko Kebakaran, DPRD Berau Dorong Penempatan APAR di Permukiman Padat

Anggota Komisi l DPRD Berau, Thamrin. (Foto: Nur Hidayah/Pusaranmedia.com)

Reporter: Nur Hidayah | Editor: Bambang Irawan

TANJUNG REDEB - Meningkatnya suhu panas di Kabupaten Berau yang memicu tingginya risiko Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) hingga kebakaran permukiman mendapat perhatian dari DPRD Berau. 

Anggota Komisi I DPRD Berau, Thamrin, mengusulkan agar Alat Pemadam Api Ringan (APAR) ditempatkan di kawasan padat penduduk sebagai langkah antisipasi kebakaran sejak dini.

Menurutnya, kondisi cuaca panas yang terjadi belakangan ini membuat potensi kebakaran semakin meningkat, terutama di lingkungan permukiman yang rumah warganya berdempetan dan mudah dijangkau api saat terjadi kebakaran.

“Sekarang cuaca sangat panas dan kasus kebakaran juga mulai sering terjadi. Karena itu perlu ada langkah pencegahan yang lebih cepat,” ujarnya.

Thamrin menilai keberadaan APAR di lingkungan warga dapat membantu penanganan awal sebelum petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi kejadian. Dengan begitu, api diharapkan tidak langsung membesar dan meluas ke rumah lainnya.

Ia mengatakan penempatan APAR bisa dilakukan di titik-titik strategis yang mudah dijangkau masyarakat. Selain itu, warga juga perlu diberikan edukasi mengenai cara penggunaan alat pemadam tersebut agar dapat dimanfaatkan secara maksimal saat kondisi darurat.

Menurutnya, langkah pencegahan menjadi hal penting mengingat kebakaran tidak hanya terjadi pada kawasan hutan dan lahan, tetapi juga mulai mengancam permukiman warga selama musim kemarau berlangsung.

“Kita ingin masyarakat juga punya kesiapsiagaan. Minimal ada penanganan pertama sebelum Damkar datang,” katanya.

Selain pengadaan APAR, Thamrin juga mendorong pemerintah daerah memperkuat sarana pendukung penanggulangan kebakaran lainnya, termasuk pengecekan peralatan pemadam yang sudah ada agar tetap berfungsi dengan baik.

Ia berharap sinergi antara pemerintah daerah, petugas pemadam kebakaran, dan masyarakat dapat memperkuat upaya pencegahan kebakaran di Kabupaten Berau di tengah kondisi cuaca panas ekstrem yang sedang terjadi. (Adv)