Disperkim Balikpapan Perkuat Kolaborasi CSR untuk Benahi Kawasan Kumuh Pesisir

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Kepala Disperkim Balikpapan, Rafiuddin. (Foto: Achmad/Pusaranmedia.com)
Kepala Disperkim Balikpapan, Rafiuddin. (Foto: Achmad/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Disperkim Balikpapan Perkuat Kolaborasi CSR untuk Benahi Kawasan Kumuh Pesisir

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Kepala Disperkim Balikpapan, Rafiuddin. (Foto: Achmad/Pusaranmedia.com)
Kepala Disperkim Balikpapan, Rafiuddin. (Foto: Achmad/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Disperkim Balikpapan Perkuat Kolaborasi CSR untuk Benahi Kawasan Kumuh Pesisir 

Kepala Disperkim Balikpapan, Rafiuddin. (Foto: Achmad/Pusaranmedia.com)

Reporter: Achmad Fadillah | Editor: Bambang Irawan 

BALIKPAPAN - Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) Balikpapan, Rafiuddin menegaskan penanganan kawasan permukiman kumuh di Kota Balikpapan tidak dapat diselesaikan hanya oleh pemerintah semata. 

Menurutnya, dibutuhkan keterlibatan dunia usaha dan partisipasi aktif masyarakat agar program penataan lingkungan berjalan berkelanjutan.

Ini disampaikannya saat menghadiri pertemuan bersama Tim Tenaga Fasilitator Lapangan (TFL) KOTA KITA dan pihak CSR PT Pertamina Patra Niaga RU V Balikpapan, Rabu (13/5/2026).

Pertemuan tersebut membahas penguatan sinergi penanganan kawasan permukiman kumuh di wilayah Ring 1 Pertamina yang mencakup Kelurahan Margasari dan Kelurahan Baru Tengah.

"Kami tidak bisa bekerja sendiri. Penanganan kawasan kumuh harus melibatkan semua pihak, mulai dari pemerintah, perusahaan, hingga masyarakat itu sendiri," kata Rafi sapaannya.

Ia menjelaskan, pemerintah kota terus mendorong pola penanganan kawasan kumuh berbasis kolaborasi karena persoalan lingkungan di wilayah pesisir memiliki tantangan yang cukup kompleks.

Menurutnya, keberadaan program Corporate Social Responsibility (CSR) dari perusahaan sangat membantu mendukung upaya pemerintah dalam memperbaiki kualitas lingkungan dan meningkatkan kesadaran masyarakat.

"Kami sangat mengapresiasi dukungan Pertamina yang selama ini sudah aktif melalui program pemberdayaan masyarakat dan pengelolaan lingkungan di kawasan pesisir," ujarnya.

Rafi mengatakan, kawasan Marga Sari dan Baru Tengah masih membutuhkan perhatian berkelanjutan, terutama terkait pengelolaan sampah rumah tangga, sanitasi lingkungan, dan perubahan perilaku masyarakat dalam menjaga kebersihan kawasan.

Ia mengakui, salah satu tantangan terbesar di lapangan ialah masih rendahnya partisipasi sebagian masyarakat dalam kegiatan pengelolaan lingkungan secara rutin.

"Kadang programnya sudah ada, fasilitas tersedia, tetapi kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan masih perlu terus diperkuat. Ini yang menjadi pekerjaan bersama," jelasnya.

Karena itu, Disperkim Balikpapan mendorong agar program penanganan kawasan kumuh tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, tetapi juga edukasi dan pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan.

Rafi berharap sinergi lintas sektor yang dibangun bersama Pertamina dan TFL KOTA KITA dapat melahirkan langkah konkret dalam menciptakan kawasan permukiman yang lebih sehat, tertata, dan layak huni.

"Harapannya masyarakat juga merasa memiliki program ini. Kalau kesadaran warga tumbuh, penataan lingkungan akan jauh lebih mudah dan hasilnya bisa bertahan lama," pungkasnya. (Adv Diskominfo Kota Balikpapan)