Reporter: Lutfi Aziz | Editor: Bambang Irawan
BONTANG – Keberhasilan Pemerintah Kota Bontang menekan angka pengangguran dalam beberapa tahun terakhir berbuah apresiasi dari pemerintah pusat. Tak hanya mendapat pengakuan sebagai daerah terbaik di regional Kalimantan dalam penurunan angka pengangguran, Bontang juga memperoleh kompensasi anggaran sebesar Rp3 miliar.
Ketua DPRD Bontang, Andi Faizal Sofyan Hasdam, menilai capaian tersebut menjadi indikator bahwa berbagai program ketenagakerjaan yang dijalankan pemerintah daerah mulai menunjukkan hasil nyata di tengah masyarakat.
Menurutnya, keberhasilan itu tidak terlepas dari konsistensi pemerintah dalam menjalankan program penanggulangan pengangguran, termasuk penerapan Peraturan Daerah (Perda) Ketenagakerjaan.
“Pemerintah daerah patut diapresiasi karena hasil kerjanya mendapat pengakuan dari pemerintah pusat. Ini menunjukkan program yang dijalankan sudah berada di jalur yang tepat,” ujarnya, Kamis (14/5/2026).
Meski demikian, politisi Partai Golkar tersebut mengingatkan agar capaian itu tidak membuat pemerintah daerah cepat berpuas diri. Ia meminta berbagai program yang berkaitan dengan peningkatan kualitas tenaga kerja dan pemberdayaan ekonomi masyarakat terus diperkuat.
“Program pelatihan keterampilan, penguatan UMKM, hingga dukungan investasi harus terus ditingkatkan supaya angka pengangguran bisa semakin ditekan,” katanya.
Berdasarkan data Pemkot Bontang, jumlah pengangguran berhasil turun dari sekitar 10 ribu jiwa menjadi sekitar 6 ribu jiwa. Penurunan itu dinilai cukup signifikan di tengah persaingan dunia kerja yang semakin ketat.
Pemkot Bontang sebelumnya menjalankan sejumlah program strategis untuk menekan pengangguran, di antaranya pelatihan tenaga kerja berbasis kebutuhan industri agar tenaga kerja lokal lebih siap masuk ke dunia kerja.
Selain itu, pemerintah juga menggulirkan program pinjaman kredit tanpa bunga bagi masyarakat yang belum memiliki pekerjaan untuk membuka usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Program tersebut dinilai mampu menciptakan peluang usaha baru sekaligus membuka lapangan pekerjaan di tingkat lokal.
DPRD berharap tambahan anggaran sebesar Rp3 miliar yang diterima Pemkot Bontang dapat dimanfaatkan kembali untuk memperkuat program ketenagakerjaan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat agar manfaatnya semakin dirasakan warga. (Adv)



