Pemkab Kukar Usulkan Lima Desa Masuk dalam Program Kampung Nelayan Merah Putih, Ini Nama Desanya

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Ilustrasi Seorang Nelayan yang menjual ikan di Desa Semayang. (Foto: Aswin/Pusaranmedia.com)
Ilustrasi Seorang Nelayan yang menjual ikan di Desa Semayang. (Foto: Aswin/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Pemkab Kukar Usulkan Lima Desa Masuk dalam Program Kampung Nelayan Merah Putih, Ini Nama Desanya

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Ilustrasi Seorang Nelayan yang menjual ikan di Desa Semayang. (Foto: Aswin/Pusaranmedia.com)
Ilustrasi Seorang Nelayan yang menjual ikan di Desa Semayang. (Foto: Aswin/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Pemkab Kukar Usulkan Lima Desa Masuk dalam Program Kampung Nelayan Merah Putih, Ini Nama Desanya 

Ilustrasi Seorang Nelayan yang menjual ikan di Desa Semayang. (Foto: Aswin/Pusaranmedia.com)

Reporter: Aswin | Editor: Bambang Irawan

TENGGARONG - Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara melalui Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) mulai mengusulkan sejumlah kawasan pesisir untuk masuk dalam program nasional Kampung Nelayan Merah Putih.

Program prioritas pemerintah pusat tersebut diarahkan untuk membentuk kawasan nelayan terpadu yang tidak hanya berfokus pada aktivitas penangkapan ikan, tetapi juga pengembangan fasilitas ekonomi masyarakat di wilayah pesisir.

Kepala DKP Kukar, Muslik, menyampaikan bahwa saat ini terdapat lima desa yang diajukan dalam program tersebut, yakni Desa Pela, Desa Sangkuliman, Desa Semayang, Desa Jantur, dan Desa Kersik.

“Karena ini program prioritas pemerintah pusat, kami terus didorong untuk mengakses program ini mengingat banyaknya desa nelayan di Kukar,” ujarnya Kamis (14/5/2026).

Ia menjelaskan, usulan tersebut masih menjalani proses verifikasi dan validasi di Kementerian Kelautan dan Perikanan. Dari hasil komunikasi sementara, tiga desa disebut mulai memasuki tahap penyusunan Detail Engineering Design (DED), yaitu Pela, Sangkuliman, dan Semayang.

Program Kampung Nelayan Merah Putih sendiri dirancang sebagai kawasan terpadu yang menggabungkan sarana perikanan dengan aktivitas ekonomi masyarakat dalam satu kawasan.

Sejumlah fasilitas penunjang yang direncanakan dalam program tersebut antara lain SPBUN untuk nelayan, tempat pendaratan ikan, bengkel perahu, balai pertemuan, hingga kawasan kuliner bagi masyarakat pesisir.

“Konsepnya kawasan terpadu, jadi bukan hanya soal nelayannya saja, tapi bagaimana aktivitas ekonomi masyarakat juga bisa tumbuh,” jelas Muslik.

Selain pengembangan kawasan nelayan, DKP Kukar sebelumnya juga telah menjalankan program Kampung Budidaya Nila di Kecamatan Loa Kulu yang mencakup lima desa binaan sebagai bagian dari penguatan sektor budidaya ikan air tawar.

Pemkab Kukar berharap program Kampung Nelayan Merah Putih dapat terealisasi di daerah tersebut guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir sekaligus memperkuat sektor perikanan daerah.

“Harapan kita tentu ada kawasan nelayan modern yang bisa dibangun di Kutai Kartanegara melalui program pemerintah pusat ini,” tuturnya.