535 Hewan Kurban Masuk Balikpapan, DKP3 Pastikan Seluruhnya Bebas Penyakit Menular

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Kepala DKP3 Balikpapan, Sri Wahjuningsih. (Foto: Achmad Fadillah/Pusaranmedia.com)
Kepala DKP3 Balikpapan, Sri Wahjuningsih. (Foto: Achmad Fadillah/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

535 Hewan Kurban Masuk Balikpapan, DKP3 Pastikan Seluruhnya Bebas Penyakit Menular

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Kepala DKP3 Balikpapan, Sri Wahjuningsih. (Foto: Achmad Fadillah/Pusaranmedia.com)
Kepala DKP3 Balikpapan, Sri Wahjuningsih. (Foto: Achmad Fadillah/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

535 Hewan Kurban Masuk Balikpapan, DKP3 Pastikan Seluruhnya Bebas Penyakit Menular

Kepala DKP3 Balikpapan, Sri Wahjuningsih. (Foto: Achmad Fadillah/Pusaranmedia.com)

Reporter: Achmad Fadillah | Editor: Bambang Irawan

BALIKPAPAN - Menjelang Hari Raya Iduladha, ratusan hewan kurban mulai memenuhi lapak penjualan di Kota Balikpapan. 

Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Balikpapan mencatat sebanyak 535 hewan kurban telah diperdagangkan oleh para pedagang musiman di berbagai titik kota.

Jumlah tersebut terdiri dari 485 ekor sapi dan 50 ekor kambing yang didatangkan dari sejumlah daerah pemasok di luar Kalimantan. 

Meski aktivitas penjualan meningkat, DKP3 memastikan seluruh hewan yang telah diperiksa sejauh ini dalam kondisi sehat dan tidak ditemukan indikasi penyakit menular.

Kepala DKP3 Balikpapan, Sri Wahjuningsih mengatakan pengawasan dilakukan secara ketat melalui tim pemeriksa yang terdiri dari dokter hewan dan paramedik veteriner.

"Kami menyiapkan tim pemeriksa hewan kurban yang terdiri dari dokter hewan dan paramedik veteriner. Kami juga melakukan koordinasi dengan instansi terkait untuk pengawasannya, baik karantina hewan, Satpol PP maupun kelurahan," ucap Yuyun sapaannya, Kamis (14/5/2026).

Ia menjelaskan, hewan kurban yang masuk ke Balikpapan tidak hanya berasal dari peternak lokal, tetapi juga dipasok dari Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), hingga Nusa Tenggara Timur (NTT).

Dari total 18 pedagang hewan kurban yang terdata, sebanyak 13 pedagang telah mengantongi izin resmi penyedia hewan kurban dari DKP3. 

Namun, satu izin pedagang dicabut sejak 5 Mei 2026 dan satu pedagang lainnya tidak diterbitkan izin. 

Sementara tiga pedagang lain masih dalam proses administrasi meski telah melapor dan mengantongi surat pengantar dari kelurahan.

Selain itu, dari 16 lapak yang telah diverifikasi, masih terdapat dua pedagang yang belum menjalani pemeriksaan kesehatan hewan secara menyeluruh dan berproses.

Yuyun menegaskan pemeriksaan kesehatan dilakukan langsung di lapangan dengan melihat kondisi fisik hewan secara umum. 

Pemeriksaan mencakup cara berjalan, kondisi hidung, mata, bulu hingga memastikan tidak ada cacat fisik pada hewan kurban.

"Sampai saat ini dari hasil pemeriksaan tim, tidak ditemukan hewan kurban yang menunjukkan gejala penyakit infeksius," katanya.

Untuk memudahkan masyarakat memilih hewan kurban yang sehat dan sesuai syariat, DKP3 juga menyiapkan stiker kesehatan hewan yang ditempel pada hewan yang telah lolos pemeriksaan.

Menurutnya, masyarakat sebaiknya membeli hewan kurban yang sudah memiliki tanda pemeriksaan resmi dari DKP3 agar lebih terjamin kesehatannya.

"Secara umum hewan sehat itu fisiknya normal, jalannya tidak pincang, hidung tampak basah, bulu tidak kusam dan tidak kurus. Sedangkan sesuai syariat, hewan tidak cacat dan sudah cukup umur yang ditandai dengan gigi poel," pungkasnya. (Adv Diskominfo Kota Balikpapan)