Reporter: Tri Agustini | Editor: Bambang Irawan
SAMARINDA — Ribuan sapi kurban mulai membanjiri Kota Samarinda menjelang Hari Raya Iduladha 2026. Hingga pertengahan Mei ini, tercatat sekitar 15 ribu ekor sapi telah masuk melalui jalur distribusi resmi ke Kota Tepian.
Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Samarinda, Maskuri, mengatakan jumlah tersebut mengalami peningkatan dibanding tahun 2025 lalu.
“Kondisi kurban saat ini memang ada kenaikan dibanding tahun sebelumnya, terutama dari jumlah sapi yang masuk,” kata Maskuri.
Maskuri menyebut ribuan sapi itu tidak seluruhnya untuk kebutuhan Samarinda. Sebagian nantinya akan kembali disalurkan ke sejumlah daerah lain di Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan hingga Kalimantan Utara.
Mayoritas sapi didatangkan dari Kupang melalui jalur pelabuhan resmi. Menurutnya, sapi yang didistribusikan lewat jalur resmi memudahkan proses pengawasan kesehatan hewan karena seluruh ternak telah dilengkapi dokumen kesehatan, hasil uji laboratorium, hingga surat perizinan sebelum dikirim.
Setibanya di Samarinda, seluruh sapi langsung menjalani pemeriksaan kesehatan dan vaksinasi oleh petugas lapangan.
“Begitu turun dari kapal, sapi diistirahatkan lalu langsung divaksin,” jelasnya.
Petugas bahkan hanya memiliki waktu sekitar 4 hingga 6 jam untuk melakukan penanganan awal terhadap ternak sebelum sapi didistribusikan ke lokasi penjualan maupun penampungan.
Maskuri mengatakan vaksinasi diprioritaskan untuk mencegah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), meskipun sebagian besar sapi yang masuk berasal dari wilayah zona hijau PMK.
“Kami tetap melakukan vaksinasi untuk menekan potensi munculnya gejala penyakit saat Iduladha nanti,” katanya.
Selain pengawasan kesehatan, pemerintah juga mulai memantau aktivitas penjualan hewan kurban di sejumlah titik di Samarinda. Pedagang diwajibkan melengkapi ternaknya dengan Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) sebelum dijual ke masyarakat.
Namun, ia mengakui masih terdapat tantangan pengawasan, terutama terhadap sapi yang masuk melalui jalur tidak resmi atau “jalan tikus”.
Menurut Maskuri, sapi dari luar daerah seperti Sulawesi maupun Kalimantan Selatan masih berpotensi masuk tanpa dokumen lengkap sehingga sulit dipantau kondisi kesehatannya.
Saat ini petugas kesehatan hewan masih terus melakukan vaksinasi dan pemeriksaan lapangan terhadap sapi-sapi yang baru tiba di Samarinda guna memastikan kondisi hewan tetap sehat dan layak untuk kurban Iduladha mendatang.


