Reporter: Siswandi | Editor: Buniyamin
SANGATTA – Tim gabungan berhasil menangkap seekor buaya sepanjang sekitar empat meter yang diduga menerkam seorang bocah di kawasan Dermaga Kenyamukan, Kecamatan Sangatta Utara, Kabupaten Kutai Timur (Kutim).
Penangkapan dilakukan setelah aparat dan relawan melakukan penyisiran intensif di sekitar lokasi kejadian yang sebelumnya menghebohkan warga setempat.
Korban diketahui bernama Andi Alfiansyah (13) yang dilaporkan diterkam buaya saat berada di kawasan perairan Jalan Dermaga Kenyamukan yang selama ini menjadi lokasi aktivitas warga dan nelayan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 17.30 WITA. Sebelum kejadian, korban disebut keluar rumah sejak pukul 11.00 WITA untuk bermain layang-layang bersama teman-temannya di sekitar dermaga.
Upaya pencarian dan penangkapan melibatkan sejumlah unsur gabungan, di antaranya Laskar Kebangkitan Kutai (LKK) Kutim, Posal Lanal Kenyamukan, Ditpolairud Polda Kaltim, PMI Sangatta, hingga personel Pemadam Kebakaran (PMK).
Tim mulai melakukan penyisiran pada malam hari dengan fokus pencarian di titik lokasi korban diterkam. Kondisi perairan yang gelap dan arus sungai yang cukup deras sempat menyulitkan proses pencarian.
Sekitar pukul 23.00 WITA, buaya tersebut akhirnya ditemukan tidak jauh dari lokasi kejadian. Proses evakuasi berlangsung dramatis lantaran hewan liar itu sempat melakukan perlawanan saat hendak diamankan.
Ketua LKK Kutim, Rony Effendy mengatakan penangkapan dilakukan untuk mencegah ancaman terhadap masyarakat yang masih beraktivitas di kawasan perairan tersebut.
“Kami bersama tim gabungan langsung bergerak melakukan pencarian dan penangkapan supaya buaya ini tidak lagi membahayakan warga di sekitar kawasan perairan,” ujarnya saat dikonfirmasi Kamis (14/5/2026).
Ia menyebut keberhasilan penangkapan tidak lepas dari kerja sama seluruh unsur yang terlibat di lapangan.
Rony juga mengimbau masyarakat agar lebih waspada saat beraktivitas di sekitar sungai maupun dermaga, terutama bagi anak-anak.
“Kami mengimbau para orang tua agar lebih memperhatikan anak-anaknya dan tidak membiarkan bermain di lokasi yang rawan habitat buaya,” katanya.
Menurutnya, perlu ada langkah penanganan jangka panjang untuk mengurangi konflik antara manusia dan buaya yang belakangan kerap terjadi di Kutim.
“Harapan kami ada solusi serius dari pemerintah, termasuk penanganan habitat maupun penangkaran buaya agar kejadian serupa tidak terus berulang,” tutupnya.


