Awasi Pembangunan Lapak Pasar Segiri Pascakebakaran, Komisi III Siap Turun Langsung

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Lapak yang dibangun ulang Pemkot Samarinda pascakebakaran Pasar Segiri yang terjadi pada Maret 2026 lalu. (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)
Lapak yang dibangun ulang Pemkot Samarinda pascakebakaran Pasar Segiri yang terjadi pada Maret 2026 lalu. (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Awasi Pembangunan Lapak Pasar Segiri Pascakebakaran, Komisi III Siap Turun Langsung

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Lapak yang dibangun ulang Pemkot Samarinda pascakebakaran Pasar Segiri yang terjadi pada Maret 2026 lalu. (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)
Lapak yang dibangun ulang Pemkot Samarinda pascakebakaran Pasar Segiri yang terjadi pada Maret 2026 lalu. (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Awasi Pembangunan Lapak Pasar Segiri Pascakebakaran, Komisi III Siap Turun Langsung

Lapak yang dibangun ulang Pemkot Samarinda pascakebakaran Pasar Segiri yang terjadi pada Maret 2026 lalu. (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)

Reporter: Tri Agustini | Editor: Bambang Irawan 

SAMARINDA — Pembangunan lapak sementara untuk pedagang korban kebakaran Pasar Segiri dengan anggaran mencapai Rp1,1 miliar mulai mendapat perhatian dari DPRD Samarinda. 

Komisi III memastikan akan turun langsung ke lapangan untuk mengecek kondisi bangunan sekaligus memastikan fasilitas tersebut benar-benar layak digunakan pedagang.

Ketua Komisi III DPRD Kota Samarinda, Deni Hakim Anwar, mengatakan hingga saat ini pihaknya belum melakukan peninjauan langsung terhadap bangunan yang dibangun Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda menggunakan dana tanggap darurat tersebut. Sehingga, ia belum bisa berkomentar banyak apakah bangunan tersebut sepadan dengan anggaran yang digelontorkan. 

“Kalau bicara sepadan atau tidak, sampai hari ini kami di Komisi III belum visit ke lapangan. Kami belum lihat langsung bangunan yang dibuat Pemkot,” kata Deni.

Menurutnya, pengecekan lapangan penting dilakukan untuk memastikan kesesuaian antara anggaran, bentuk bangunan, serta fungsi lapak bagi pedagang terdampak kebakaran.

“Kita ingin memastikan bentuk bangunannya seperti apa, kesesuaiannya seperti apa, dan fungsinya bagaimana. Yang paling utama pedagang yang terdampak kebakaran bisa kembali beroperasi,” katanya.

Deni menyebut, penanganan yang dilakukan pemerintah sejauh ini memang patut diapresiasi karena bergerak cepat menyediakan tempat sementara bagi pedagang agar aktivitas ekonomi tetap berjalan.

Namun demikian, DPRD juga ingin mengetahui rencana jangka panjang penataan kawasan Pasar Segiri pascakebakaran.

Komisi III berencana menjadwalkan kunjungan lapangan pada masa reses Juni mendatang untuk melihat langsung progres pembangunan dan kondisi fasilitas yang telah disediakan.

Deni mengaku belum bisa menyimpulkan apakah anggaran Rp1,1 miliar tersebut sepadan dengan bangunan yang dibangun karena sejauh ini baru melihat dari dokumentasi gambar.

“Kalau lihat dari gambar saja mungkin bangunannya menggunakan baja ringan, tapi kami ingin pastikan langsung dengan luasannya, bangunan seperti itu worth it atau tidak,” jelasnya.

Lebih jauh, ia berharap penataan pasar di Samarinda ke depan bisa dilakukan lebih terarah dengan pembagian fungsi yang jelas antar pasar tradisional.

“Kalau orang cari kebutuhan pasar basah bisa ke Segiri, sedangkan konveksi ke Pasar Pagi. Penataan seperti ini menurut saya akan jauh lebih baik,” ungkapnya.

Sebelumnya, Kepala Bidang Cipta Karya Dinas PUPR Kota Samarinda, Andriyani Hanina, menyebut seluruh pekerjaan fisik lapak sementara telah selesai dikerjakan sesuai rencana.

Pembangunan tersebut meliputi struktur utama seperti tiang, atap, sekat hingga pengecoran lantai. Sementara fasilitas tambahan seperti meja dagangan dan sambungan listrik akan disiapkan masing-masing pedagang secara mandiri.