Reporter: Siswandi | Editor: Bambang Irawan
SANGATTA – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menekankan pentingnya deteksi dini kanker leher rahim atau kanker serviks guna menekan angka kematian pada perempuan.
Hal itu disampaikan Kepala Dinkes Kutim, dr Yuwana Sri Kurniawati usai menghadiri kegiatan sosialisasi dan pemeriksaan kanker leher rahim yang digelar bersama Dharma Wanita Persatuan (DWP) di Aula Dinkes Kutim.
Kegiatan tersebut diikuti anggota DWP SKPD se-Kutim dengan menghadirkan dokter spesialis obstetri dan ginekologi, dr Sandri, sebagai narasumber bertema Deteksi Dini Kanker Leher Rahim.
Selain sosialisasi, peserta juga mengikuti pemeriksaan IVA test yang didukung tim medis dari Puskesmas Sangatta Utara, Teluk Lingga, dan Sangatta Selatan.
dr Yuwana mengatakan kegiatan itu merupakan bagian dari program nasional dalam upaya menekan angka kematian akibat kanker serviks.
“Dengan pemeriksaan IVA test ini, wanita bisa terdeteksi apakah ada gejala ke arah kanker leher rahim. Kalau ditemukan permasalahan, bisa segera dilakukan tindak lanjut seperti pap smear dan pemeriksaan patologi anatomi sehingga pengobatan lebih mudah dilakukan,” ujarnya.
Ia menegaskan keterlambatan deteksi kerap menjadi penyebab sulitnya penanganan kanker serviks.
“Jangan sampai sudah stadium lanjut baru ketahuan. Akan lebih susah untuk pengobatannya,” katanya.
Dalam pemaparannya, dr Sandri menjelaskan kanker serviks menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi pada perempuan di Indonesia setelah kanker payudara, dengan jumlah kasus mencapai 36.633.
Menurutnya, penyebab utama kanker serviks adalah infeksi Human Papillomavirus (HPV), dengan faktor risiko seperti merokok dan berganti-ganti pasangan seksual.
Ia juga menjelaskan sejumlah metode deteksi dini, mulai dari IVA, pap smear hingga DNA HPV. Pemeriksaan IVA disebut hanya membutuhkan waktu sekitar satu hingga dua menit.
“Kalau ada sel tidak normal, warnanya akan berubah menjadi putih setelah diberikan asam asetat,” jelasnya.
dr Sandri menambahkan seluruh puskesmas di Kutim kini telah memiliki tenaga kesehatan bersertifikat untuk melakukan pemeriksaan IVA.
Sementara itu, dr Yuwana menyebut layanan IVA test tersedia gratis di seluruh puskesmas dan dapat ditanggung BPJS Kesehatan.
“Semua puskesmas bisa melakukan pemeriksaan ini, termasuk bidan jejaring juga ada,” katanya.
Ia berharap semakin banyak perempuan yang sadar pentingnya pemeriksaan kesehatan reproduksi secara rutin.
“Kami berharap ibu-ibu anggota Dharma Wanita bisa mengikuti pemeriksaan IVA test ini dan semakin peduli terhadap kesehatan reproduksinya,” tutupnya.


