Warga Samarinda Diduga Tenggelam di Loa Kulu saat Cuci Pakaian

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Pencarian korban tenggelam di loa kulu. (Foto: BPBD Kukar)
Pencarian korban tenggelam di loa kulu. (Foto: BPBD Kukar)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Warga Samarinda Diduga Tenggelam di Loa Kulu saat Cuci Pakaian

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Pencarian korban tenggelam di loa kulu. (Foto: BPBD Kukar)
Pencarian korban tenggelam di loa kulu. (Foto: BPBD Kukar)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Warga Samarinda Diduga Tenggelam di Loa Kulu saat Cuci Pakaian

Pencarian korban tenggelam di loa kulu. (Foto: BPBD Kukar)

Reporter: Aswin | Editor: Buniyamin

TENGGARONG - Seorang warga asal Samarinda bernama Johan Syah diduga tenggelam di kawasan Pasiran, Desa Loa Kulu Kota, Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kamis (14/5/2026) malam.

Peristiwa tersebut pertama kali diketahui setelah korban tak kunjung pulang usai pergi ke tepian Sungai Mahakam untuk mencuci pakaian. Di lokasi kejadian, warga menemukan sandal dan pakaian cucian milik korban.

Koordinator Lapangan BPBD Kukar, Eko Suryawinata mengatakan laporan mengenai dugaan tenggelamnya korban diterima pada malam hari dan langsung ditindaklanjuti petugas.

“Informasi awal pada hari Kamis tanggal 14 Mei 2026 sekira pukul 18.00 WITA saudara Johan pergi ke pinggir Sungai Mahakam untuk mencuci baju. Sampai saat ini saudara Johan belum kembali. Di TKP ditemukan sandal dan baju cucian milik korban,” ujarnya, Jumat (15/5/2026).

Setelah menerima laporan, Satgas SAR BPBD Kukar yang sedang bertugas langsung bergerak menuju lokasi bersama aparat kepolisian untuk melakukan pengecekan awal.

Korban diketahui kelahiran Samarinda, 2 Februari 1972 tercatat berdomisili di Jalan Slamet Riyadi, Gang 4, RT 014, Kelurahan Teluk Lerong Ulu, Kecamatan Sungai Kunjang, Samarinda.

Dari hasil penelusuran di lokasi, petugas memperoleh keterangan saksi yang menyebut korban sempat terlihat tenggelam di aliran Sungai Mahakam.

“Setelah anggota ke TKP sudah dapat informasi positif, ada saksi bahwa korban memang tenggelam. Maka kami sudah koordinasi dengan anggota BPBD untuk melakukan penyisiran,” lanjutnya.

Hingga kini BPBD Kukar masih berkoordinasi dengan Basarnas serta relawan gabungan guna melakukan pencarian dan penyisiran di sekitar lokasi menggunakan perlengkapan SAR.