Reporter: Muhammad Luthfi | Editor: Buniyamin
TANA PASER - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Paser memfasilitasi permasalahan penghentian pembangunan Jembatan Seniur dua di Desa Lolo, Kecamatan Kuaro, Kabupaten Paser, akibat sengketa lahan.
Awal Januari 2026 lalu, DPRD Paser sudah menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara pemilik lahan dengan Aparatur Desa Lolo, Camat Kuaro, DPUTR Paser dan ATR/BPN di wilayah Paser.
Dalam agenda tersebut, ATR/BPN Paser menyatakan sertifikat lahan di bantaran sungai tersebut merupakan sertifikat cacat hukum, sehingga ATR/BPN Paser akan melakukan pembatalan.
Namun hingga kini, surat pembatalan sertifikat tersebut tak kunjung diterbitkan. Sehingga membuat Komisi II DPRD Paser berinisiatif untuk berkomunikasi dengan pemilik lahan secara intens.
“Pemilik lahan bersedia menghibahkan lahan itu untuk pembangunan jembatan seniur dua,” kata Ketua Komisi II DPRD Paser Syukran Amin, Sabtu (16/5/2026).
Jembatan itu, kata Syukran, merupakan jalur utama menuju Kecamatan Muara Samu. Termasuk jalur utama menuju objek wisata Gunung Boga atau Gunung Embun di Desa Luan.
Kondisi jembatan tersebut memang terbilang sudah tidak layak pakai, sehingga menghambat mobilitas masyarakat. Sehingga pembangunan jembatan tersebut sangat dinantikan warga Muara Samu.
“Ketika jembatan itu sudah bagus. Pembangunan infrastruktur lainnya daerah itu dapat dilakukan dengan lancar,” tuturnya.
Pada 2025 lalu, Pemkab Paser sudah menganggarkan senilai Rp9,7 miliar. Mulai dikerjakan sejak akhir September 2025 lalu dan dijadwalkan selesai pada akhir tahun.
Progres pengerjaan jembatan saat itu sudah mencapai 34 persen. Namun karena adanya permasalahan sengketa lahan tersebut, progres pembangunan dihentikan pada November 2025 lalu.
Syukran mengucapkan terima kasih kepada pemilik lahan, yang sudah mau berbesar hati untuk menghibahkan lahan tersebut ke pemerintah untuk pembangunan jembatan.
"Kami sangat berterima kasih kepada pemilik lahan yang telah menghibahkan lahannya untuk pembangunan jembatan, untuk kepentingan masyarakat banyak,” ucapnya mengakhiri.(Adv)


