Reporter: Lutfi Aziz | Editor: Buniyamin
BONTANG - Di tengah rintik hujan, ratusan keluarga tampak memadati area luar pendopo untuk mengantar keberangkatan para jemaah menuju Tanah Suci.
Tangis haru pecah saat rombongan mulai meninggalkan lokasi menggunakan tiga armada bus menuju Asrama Haji Balikpapan.
Namun di balik suasana khidmat tersebut, tingginya jumlah jamaah cadangan tahun ini menjadi sorotan. Dari total 112 jemaah asal Bontang, sebanyak 38 orang merupakan jamaah cadangan yang akhirnya mendapat kesempatan berangkat. Jumlah itu dinilai cukup signifikan dibanding komposisi jemaah reguler.
Selain jemaah cadangan, keberangkatan tahun ini juga diisi dua jamaah prioritas lanjut usia, lima jamaah pendamping atau penggabungan, satu petugas PHD/TPHD, serta 15 jamaah mutasi masuk dari berbagai daerah seperti Samarinda, Kutai Timur, Mamuju, Pinrang, Kupang, Nganjuk, Dumai hingga Jakarta.
Dalam penyampaiannya, Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris mengingatkan jemaah agar menjaga kondisi kesehatan selama menjalankan rangkaian ibadah haji, terutama mengingat cuaca ekstrem di Arab Saudi.
“Jika ada kesulitan jangan segan untuk bertanya dan berkoordinasi dengan koordinator rombongan,” ujarnya, Sabtu (16/5/2026).
Ia juga menitipkan doa untuk pemerintah dan masyarakat Kota Bontang agar daerah tetap diberi keberkahan dan keselamatan.
Data keberangkatan menunjukkan komposisi jemaah perempuan lebih mendominasi dengan jumlah 66 orang, sementara jamaah laki-laki sebanyak 46 orang. Jemaah termuda tercatat atas nama Adinda Ali Rasyid Ridha berusia 18 tahun, sedangkan jemaah tertua Abu Ala berusia 80 tahun.
Sebanyak 111 jemaah diberangkatkan melalui Kloter 14 Balikpapan dan didampingi dua petugas pendamping. Sementara satu jemaah lainnya tergabung dalam Kloter 17 bersama jemaah asal Solo.
Rombongan dijadwalkan bertolak menuju Tanah Suci melalui Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan pada Sabtu malam sekitar pukul 20.00 Wita.


