OSB Kutim Jadi Ruang Regenerasi Seniman Muda di Sangatta

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Flayer Open Rekrutmen Pelatihan Seni Teater Kutai Timur. (Foto: Dok.OSB)
Flayer Open Rekrutmen Pelatihan Seni Teater Kutai Timur. (Foto: Dok.OSB)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

OSB Kutim Jadi Ruang Regenerasi Seniman Muda di Sangatta

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Flayer Open Rekrutmen Pelatihan Seni Teater Kutai Timur. (Foto: Dok.OSB)
Flayer Open Rekrutmen Pelatihan Seni Teater Kutai Timur. (Foto: Dok.OSB)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

OSB Kutim Jadi Ruang Regenerasi Seniman Muda di Sangatta

Flayer Open Rekrutmen Pelatihan Seni Teater Kutai Timur. (Foto: Dok.OSB)

Reporter: Siswandi | Editor: Bambang Irawan 

SANGATTA – Di tengah perkembangan modernisasi yang terus bergerak cepat, upaya pelestarian seni dan budaya daerah di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) masih terus dijalankan oleh sejumlah komunitas seni. 

Salah satunya melalui aktivitas Odah Seni Betuah (OSB), komunitas yang selama lebih dari satu dekade aktif melakukan pembinaan seni tradisional di Sangatta.

OSB didirikan pada 4 Desember 2014 oleh Padliyansyah sebagai wadah pembinaan dan pengembangan seni budaya bagi masyarakat. 

Komunitas ini membina berbagai cabang kesenian, mulai dari seni tari, musik tradisional, hingga teater rakyat Sandiwara Mamanda.

Kegiatan pembinaan dilakukan secara terbuka dengan melibatkan berbagai kalangan, khususnya generasi muda. Melalui latihan rutin dan pertunjukan seni, para peserta diperkenalkan pada ragam kesenian tradisional yang berkembang di Kutim.

Padliyansyah mengatakan, keberadaan OSB tidak hanya bertujuan menghadirkan hiburan, tetapi juga menjaga keberlangsungan budaya daerah agar tetap dikenal masyarakat.

“Bagi saya, seni dan budaya bukan sekadar kegiatan, tetapi napas kehidupan yang harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya,” ujarnya.

Perjalanan Padliyansyah di dunia seni telah dimulai sejak 1986. Pengalaman tersebut kemudian membawanya aktif dalam berbagai kegiatan kebudayaan, termasuk saat bertugas di lingkungan pemerintahan.

Ia pernah menjabat sebagai Kasubbag Perencana di Dinas Kebudayaan Kutim pada periode 2017-2023. 

Selanjutnya, sejak Januari 2023 hingga Januari 2026, ia dipercaya sebagai Kepala Bidang Kebudayaan pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kutim.

Selama menjalankan tugas tersebut, berbagai pertunjukan seni tradisional dari beragam etnis di Kutim rutin ditampilkan dalam kegiatan kebudayaan daerah.

Menurutnya, kesenian menjadi salah satu media untuk memperkuat identitas budaya sekaligus menjaga keharmonisan masyarakat multietnis.

Selain aktif di bidang pembinaan seni, Padliyansyah juga memiliki sertifikasi nasional sebagai juri pertunjukan dan ahli cagar budaya. 

Ia turut mendirikan kelompok teater di sejumlah sekolah dan perguruan tinggi sebagai upaya regenerasi pelaku seni sejak usia dini.

Pada 2026, Padliyansyah mendapat amanah baru sebagai Kepala Bidang Penataan Desa di DPMDes Kutim. Meski demikian, aktivitasnya di dunia seni tetap berjalan.

Saat ini, ia kembali membuka pelatihan teater gratis di Aula OSB Kutim. Selain itu, ia juga masih aktif mengoordinasikan Grup Musik Tingkilan dan FDT Kutim sebagai bagian dari upaya mempertahankan kesenian tradisional daerah di tengah perkembangan zaman.

Keberadaan OSB dinilai menjadi salah satu ruang bagi masyarakat untuk belajar sekaligus mengenal kembali tradisi dan budaya lokal yang berkembang di Kutim.