Reporter: Achmad Fadillah | Editor: Bambang Irawan
BALIKPAPAN - Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan menegaskan komitmennya untuk mentransformasikan Balikpapan menjadi Kota Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE), dan bukan sekadar kota yang bergantung pada sektor pertambangan.
Guna mewujudkan visi tersebut, pembenahan infrastruktur dasar dan peningkatan kualitas hidup masyarakat kini menjadi prioritas utama pemerintah kota.
Wakil Wali (Wawali) Kota Balikpapan, Bagus Susetyo menyatakan bahwa status sebagai kota MICE menuntut Balikpapan untuk terus berbenah secara menyeluruh.
Menurutnya, pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat harus berjalan merata dan tidak boleh mengalami kekurangan.
"Hal infrastruktur harus dibenahi. Kebutuhan dasar tidak boleh kurang dan tidak boleh tidak merata. Mulai dari air, listrik, hingga infrastruktur jalan harus ditingkatkan menjadi lebih baik," ucap Bagus, Sabtu (16/5/2026).
Ia juga menyoroti pentingnya mengatasi masalah kemacetan lalu lintas, memastikan akses listrik yang stabil, serta menyediakan penerangan jalan yang memadai guna mendukung kenyamanan warga maupun pendatang.
Selain infrastruktur fisik, kenyamanan dari sektor ekonomi dan pendidikan juga terus digenjot, salah satunya melalui pembangunan sekolah baru untuk menekan disparitas lulusan di sekolah negeri.
Terkait target capaian, Bagus menjelaskan bahwa proses menuju kota impian tersebut sudah mulai berjalan dan hasilnya kini tengah dirasakan.
Pemerintah kota terus menambah fasilitas penunjang, termasuk mengembangkan destinasi wisata keluarga dan kuliner seperti di kawasan pantai bahari, yang kini dilengkapi dengan fasilitas penginapan.
Saat disinggung mengenai apresiasi dari pihak luar, Bagus menanggapi santai terkait absennya Balikpapan dalam penghargaan daerah versi lembaga independen di ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 Regional Kalimantan yang digelar Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) belum lama ini.
Dalam ajang tersebut, pemerintah memberikan penghargaan dalam empat kategori utama, yakni pengendalian inflasi, penanganan kemiskinan dan stunting, pengangguran, serta kreativitas pembiayaan daerah.
Bagus menegaskan bahwa fokus utama pemerintah bukanlah mengejar trofi, melainkan konsistensi dalam memperbaiki indikator makro daerah.
Ia mengklaim bahwa berdasarkan data riil, angka inflasi Kota Balikpapan justru menjadi salah satu yang terendah di Kalimantan Timur (Kaltim), yakni berada di kisaran 1,17 persen.
Angka tersebut terjadi pada periode tertentu, seperti saat inflasi terjaga rendah di akhir tahun. Dalam rilis statistik, angka itu diakui sebagai salah satu capaian inflasi terendah di Kaltim, bahkan lebih rendah dari inflasi nasional pada massa tersebut.
Begitu pula dengan angka kemiskinan yang diklaimnya tetap berada di posisi yang sangat rendah.
"Kita bukan ambisi untuk mendapat penghargaan, tetapi kita selalu melakukan perbaikan-perbaikan yang berkaitan dengan indikator-indikator itu tadi, seperti kemiskinan dan angka pengangguran. Untuk stunting yang agak tinggi karena faktor pendatang, ini akan terus kami evaluasi," pungkasnya. (Adv Diskominfo Kota Balikpapan)


