Hasil Uji Coba, DLH Samarinda Klaim Kualitas Udara di Sekitar Insinerator Masih Aman

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Insenerator Jalan Wanyi, Samarinda. (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)
Insenerator Jalan Wanyi, Samarinda. (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Hasil Uji Coba, DLH Samarinda Klaim Kualitas Udara di Sekitar Insinerator Masih Aman

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Insenerator Jalan Wanyi, Samarinda. (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)
Insenerator Jalan Wanyi, Samarinda. (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Hasil Uji Coba, DLH Samarinda Klaim Kualitas Udara di Sekitar Insinerator Masih Aman

Insenerator Jalan Wanyi, Samarinda. (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)

Reporter: Tri Agustini | Editor: Bambang Irawan 

SAMARINDA — Setelah melakukan uji coba secara bertahap selama sekitar tiga bulan, kualitas udara di sekitar lokasi insinerator sampah di Samarinda diklaim masih berada dalam batas aman dan belum menunjukkan pencemaran yang melebihi ambang batas.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Samarinda, Suwarso, mengatakan tim percepatan bersama petugas teknis terus melakukan pemantauan terhadap dampak lingkungan, khususnya kualitas udara di sekitar fasilitas mesin pembakar sampah tersebut.

“Kami dari tim percepatan juga melakukan pengukuran kualitas udara di sekitar insinerator saat pelaksanaan uji coba,” kata Suwarso.

Dari hasil sementara, kualitas udara di sekitar lokasi insinerator disebut masih berada di bawah ambang batas yang ditentukan.

Menurutnya, hal itu dipengaruhi sistem kerja insinerator yang dirancang berbeda dibanding sistem pembakaran terbuka pada umumnya.

Dalam proses pembakaran, asap yang ditimbulkan dan menyebar ke lingkungan sekitar sangat minim. Hanya pada saat awal ketika sampah dimasukan untuk menaikan suhu mesin.

“Ini tidak menggunakan cerobong. Asap sisa pembakaran diarahkan ke bak air sehingga tidak langsung meluap ke udara,” jelasnya.

Saat ini, pemerintah juga mulai melakukan penataan lingkungan di sekitar lokasi insinerator, termasuk penanaman pohon sebagai langkah mitigasi apabila masih terdapat sisa asap pembakaran.

“Kalau pun masih ada sedikit asap, harapannya tidak langsung menyebar,” ujar Suwarso.

Secara keseluruhan, terdapat 10 unit insinerator yang saat ini masih dalam tahap uji coba. Pemerintah menargetkan seluruh sistem dapat mulai beroperasi penuh dalam waktu dekat setelah evaluasi teknis dan lingkungan dinyatakan aman.

DLH Samarinda juga terus berkoordinasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup terkait pengawasan kualitas udara dan kelengkapan izin lingkungan.

“Diharapkan bulan depan sudah mulai berjalan. Untuk izin lingkungan dan uji kualitas udara sejauh ini sudah lengkap,” pungkasnya.