Reporter: Achmad Fadillah | Editor: Bambang Irawan
BALIKPAPAN - Kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) dipadati pengunjung selama libur panjang Hari Kenaikan Yesus Kristus 2026.
Tak hanya menikmati pemandangan Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP), masyarakat juga disuguhkan berbagai kegiatan edukatif dan lingkungan, mulai dari pameran reptil eksotis hingga aksi penanaman pohon di kawasan Miniatur Hutan Hujan Tropis (MHHT).
Momentum libur panjang dimanfaatkan Otorita IKN untuk menghadirkan pengalaman wisata yang berbeda bagi masyarakat.
Salah satu kegiatan yang paling menyita perhatian ialah pameran reptil dan mamalia eksotis hasil kolaborasi Nusantara Park bersama Komunitas Balikpapan Reptil Eksotik (Barekso) pada 16-17 Mei 2026.
Ratusan pengunjung tampak antusias memadati area pameran. Berbagai jenis satwa diperkenalkan kepada masyarakat, mulai dari iguana, kura-kura, ball python, ular sawah, leopard gecko, hingga African Fat-Tailed Gecko (AFT).
Tidak sedikit pengunjung yang mencoba berinteraksi langsung dengan satwa di bawah pengawasan animal handler.
Salah satu anggota komunitas Barekso, Bayu mengatakan sebagian besar pengunjung tertarik dengan reptil yang aman untuk dipegang dan diajak berfoto.
"Biasanya pengunjung tertarik dengan hewan yang bisa di-handle seperti ball python, iguana, dan ular sawah. Mereka bisa mendapatkan pengalaman memegang dan berfoto langsung dengan satwa tersebut," ucap Bayu dalam keterangan press release, Minggu (17/5/2026).
Menurutnya, kegiatan tersebut sekaligus menjadi sarana edukasi bagi masyarakat agar memahami bahwa tidak semua reptil berbahaya apabila dipelihara dan ditangani dengan benar.
Selain menghadirkan edukasi satwa, Otorita IKN juga mengajak masyarakat berpartisipasi dalam aksi penghijauan melalui kegiatan penanaman pohon di kawasan MHHT pada 15-17 Mei 2026.
Sebanyak 150 bibit tanaman endemik Kalimantan disiapkan, di antaranya balangeran, meranti, tengkawang, kapur, dan nyatoh.
Deputi Bidang Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam Otorita IKN, Myrna Safitri menegaskan bahwa konsep kota hutan di IKN membutuhkan keterlibatan seluruh masyarakat.
"Kota hutan bukan hanya dibangun pemerintah, tetapi menjadi gerakan bersama untuk menjaga ekosistem hutan hujan tropis Kalimantan," katanya.
Sementara Juru Bicara OIKN, Troy Pantouw mengatakan tingginya kunjungan masyarakat selama libur panjang menunjukkan besarnya antusiasme publik terhadap perkembangan IKN.
Menurutnya, masyarakat tidak hanya datang untuk berwisata, tetapi juga melihat langsung progres pembangunan Nusantara.
"Masyarakat dari berbagai daerah, mulai anak-anak hingga orang tua, menikmati suasana di IKN, mulai dari pemandangan kawasan, kuliner, hiburan, hingga berbagai aktivitas edukatif dan lingkungan," ujar Troy.
Ia juga menegaskan pembangunan IKN tetap berjalan sesuai tahapan yang telah direncanakan. Saat ini, pemerintah fokus pada pembangunan sarana dan prasarana kawasan legislatif serta yudikatif.
Selama masa libur panjang, area Istana Negara dan kawasan glamping di IKN juga dibuka untuk umum hingga pukul 17.00 WITA.
Pengunjung diimbau menjaga ketertiban dengan mematuhi aturan yang telah ditetapkan, termasuk larangan menerbangkan drone, membawa hewan peliharaan, merokok, dan membawa senjata tajam di kawasan IKN.


