Banner ADV

DPRD Berau Dorong Disbudpar Lebih Aktif Bina Komunitas Budaya

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Ketua Komisi ll DPRD Berau, Rudi Mangunsong. (Foto: Nur Hidayah/ pusaranmedia.com)
Ketua Komisi ll DPRD Berau, Rudi Mangunsong. (Foto: Nur Hidayah/ pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Banner ADV

DPRD Berau Dorong Disbudpar Lebih Aktif Bina Komunitas Budaya

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Ketua Komisi ll DPRD Berau, Rudi Mangunsong. (Foto: Nur Hidayah/ pusaranmedia.com)
Ketua Komisi ll DPRD Berau, Rudi Mangunsong. (Foto: Nur Hidayah/ pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Banner ADV

DPRD Berau Dorong Disbudpar Lebih Aktif Bina Komunitas Budaya

Ketua Komisi ll DPRD Berau, Rudi Mangunsong. (Foto: Nur Hidayah/ pusaranmedia.com)

Reporter : Nur Hidayah | Editor : Buniyamin

TANJUNG REDEB – Keberagaman suku dan budaya di Kabupaten Berau dinilai menjadi aset penting yang perlu dijaga dan dikembangkan secara merata. 

Ketua Komisi lI DPRD Berau, Rudi Mangunsong meminta pemerintah daerah agar tidak hanya fokus pada pelestarian budaya tertentu, tetapi memberi ruang yang sama bagi seluruh etnis dan paguyuban yang ada di Bumi Batiwakkal.

Menurutnya, Berau saat ini telah berkembang menjadi daerah yang dihuni masyarakat dari berbagai daerah di Indonesia.

Kondisi tersebut membuat kekayaan budaya di Berau semakin beragam, mulai dari adat istiadat, bahasa daerah hingga kesenian tradisional yang terus hidup di tengah masyarakat.

Ia menilai, keberagaman itu harus dipandang sebagai kekuatan sosial yang mampu mempererat persatuan masyarakat. 

Selain itu, budaya dari berbagai suku juga dinilai memiliki potensi besar untuk mendukung sektor pariwisata daerah apabila dikelola dengan baik.

“Berau ini dihuni banyak suku dan semuanya memiliki budaya yang harus dijaga bersama. Jangan sampai ada yang merasa tidak mendapat ruang,” ujarnya.

Rudi juga mendorong Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Berau untuk lebih aktif melakukan pembinaan terhadap komunitas adat maupun paguyuban daerah. 

Menurutnya, dukungan pemerintah dapat diwujudkan melalui festival budaya, pelatihan kesenian, hingga penyediaan ruang pertunjukan yang terbuka bagi seluruh kelompok masyarakat.

Ia menyebut, keberadaan Peraturan Daerah tentang perlindungan budaya harus benar-benar dijalankan agar seluruh kebudayaan yang berkembang di Berau dapat terakomodasi secara adil dan berkelanjutan.

“Keberagaman budaya ini justru menjadi identitas Berau. Kalau dikelola dengan baik, bukan hanya menjaga persatuan, tetapi juga bisa menjadi daya tarik wisata daerah,” tandasnya. (Adv)