Ratusan Warga Loa Bakung Demo Kantor Gubernur, Tuntut Status Rumah Jadi Hak Milik

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud saat menemui massa aksi. (Foto: Korlap Aksi Suriansyah).
Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud saat menemui massa aksi. (Foto: Korlap Aksi Suriansyah).

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Ratusan Warga Loa Bakung Demo Kantor Gubernur, Tuntut Status Rumah Jadi Hak Milik

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud saat menemui massa aksi. (Foto: Korlap Aksi Suriansyah).
Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud saat menemui massa aksi. (Foto: Korlap Aksi Suriansyah).

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Ratusan Warga Loa Bakung Demo Kantor Gubernur, Tuntut Status Rumah Jadi Hak Milik

Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud saat menemui massa aksi. (Foto: Korlap Aksi Suriansyah).

Reporter : Herdiansyah l Editor : Buniyamin 

SAMARINDA - Ratusan warga Perumahan KORPRI Loa Bakung, Jalan Jakarta, Kelurahan Loa Bakung, Kecamatan Sungai Kunjang melakukan aksi di depan Kantor Gubernur Kaltim, Senin (18/5/2026).

Aksi tersebut dilakukan untuk menyampaikan tuntutan perubahan status kepemilikan rumah dari Hak Guna Bangunan (HGB) menjadi Surat Hak Milik (SHM) warga yang telah puluhan tahun menempati kawasan tersebut.

Koordinator lapangan aksi, Suriansyah menegaskan, aksi yang dilakukan warga bukan untuk menyerang ataupun menjatuhkan Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud, melainkan hanya ingin meminta keadilan dan kepastian hukum terkait status rumah yang mereka tempati.

“Kami datang bukan untuk memasgulkan gubernur. Kami hanya meminta keadilan terkait status rumah kami yang sudah puluhan tahun ditempati,” jelas Suriansyah saat aksi berlangsung.

Dengan jumlah massa lebih dari 200 orang, mereka memulai konvoi dari halaman Masjid Istiqlal di Jalan Jakarta menuju Kantor Gubernur Kaltim. Massa membawa spanduk dan menyuarakan harapan agar pemerintah segera memberikan solusi atas persoalan yang mereka hadapi.

Warga menilai perubahan status dari HGB menjadi SHM sangat penting agar masyarakat memiliki kepastian hukum atas tempat tinggal mereka. Warga berharap aspirasi yang disampaikan dapat segera ditindaklanjuti melalui dialog dan kebijakan konkret.

Aksi berlangsung tertib dengan pengawalan aparat keamanan hingga seluruh rangkaian penyampaian aspirasi selesai.