Banner ADV

Ketua DPRD Berau Apresiasi Langkah DLHK yang Gandeng BRIN Olah Sampah Plastik

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Ketua DPRD Berau, Dedy Okto Nooryanto. (Foto: Nur Hidayah/ pusaranmedia.com)
Ketua DPRD Berau, Dedy Okto Nooryanto. (Foto: Nur Hidayah/ pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Banner ADV

Ketua DPRD Berau Apresiasi Langkah DLHK yang Gandeng BRIN Olah Sampah Plastik

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Ketua DPRD Berau, Dedy Okto Nooryanto. (Foto: Nur Hidayah/ pusaranmedia.com)
Ketua DPRD Berau, Dedy Okto Nooryanto. (Foto: Nur Hidayah/ pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Banner ADV

Ketua DPRD Berau Apresiasi Langkah DLHK yang Gandeng BRIN Olah Sampah Plastik

Ketua DPRD Berau, Dedy Okto Nooryanto. (Foto: Nur Hidayah/ pusaranmedia.com)

Reporter : Nur Hidayah | Editor : Buniyamin

TANJUNG REDEB - Ketua DPRD Berau, Dedy Okto Nooryanto menyambut positif langkah Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Berau yang mulai menjajaki kerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dalam pengolahan sampah plastik menjadi bahan bakar alternatif.

Menurutnya, inovasi tersebut menjadi terobosan penting di tengah meningkatnya volume sampah rumah tangga dan persoalan kebersihan yang mulai menjadi perhatian serius, terutama di kawasan perkotaan hingga destinasi wisata di Kabupaten Berau.

Dedy menilai, selama ini persoalan sampah tidak bisa hanya diselesaikan dengan pola pengangkutan dan pembuangan ke tempat akhir. 

Kata dia, dibutuhkan langkah yang lebih modern dan berorientasi jangka panjang agar limbah plastik yang menumpuk dapat memiliki nilai guna serta dampak ekonomi bagi daerah.

“Kalau sampah plastik bisa diolah menjadi bahan bakar, tentu ini menjadi solusi yang sangat baik. Selain mengurangi pencemaran lingkungan, hasil pengolahannya juga bisa memberikan manfaat ekonomi,” ujarnya.

Ia juga mendorong agar rencana kerja sama tersebut benar-benar dikaji secara matang, mulai dari kesiapan teknologi, dampak lingkungan hingga keberlanjutan operasionalnya. 

Menurutnya, jangan sampai program inovatif hanya berjalan di awal tanpa kesiapan pengelolaan jangka panjang.

Upaya pengolahan sampah berbasis teknologi, menurutnya dapat dibarengi dengan peningkatan kesadaran masyarakat dalam memilah dan mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.

Sebab, kata dia, penanganan sampah dinilai akan lebih efektif apabila didukung partisipasi masyarakat secara luas.

“Persoalan sampah ini tanggung jawab bersama. Pemerintah harus menghadirkan inovasi, sementara masyarakat juga perlu memiliki kepedulian menjaga lingkungan,” tutupnya. (Adv)