Reses di SP 7 Tanjung Buka, Achmad Djufrie Tampung Aspirasi Warga soal Jalan hingga Pendidikan

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Salah satu momen foto bersama di kegiatan Reses Ketua DPRD Kaltara, Achmad Djufrie. (Foto : Istimewa)
Salah satu momen foto bersama di kegiatan Reses Ketua DPRD Kaltara, Achmad Djufrie. (Foto : Istimewa)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Reses di SP 7 Tanjung Buka, Achmad Djufrie Tampung Aspirasi Warga soal Jalan hingga Pendidikan

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Salah satu momen foto bersama di kegiatan Reses Ketua DPRD Kaltara, Achmad Djufrie. (Foto : Istimewa)
Salah satu momen foto bersama di kegiatan Reses Ketua DPRD Kaltara, Achmad Djufrie. (Foto : Istimewa)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Reses di SP 7 Tanjung Buka, Achmad Djufrie Tampung Aspirasi Warga soal Jalan hingga Pendidikan

Salah satu momen foto bersama di kegiatan Reses Ketua DPRD Kaltara, Achmad Djufrie. (Foto : Istimewa)

TANJUNG SELOR – Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), Achmad Djufrie melaksanakan reses di SP 7 Tanjung Buka, Kecamatan Tanjung Palas Tengah.

Reses ini menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai kebutuhan yang dinilai mendesak di wilayah mereka.

Sejumlah persoalan disampaikan warga secara langsung, mulai dari kondisi jalan dan jembatan, keterbatasan layanan kesehatan, hingga fasilitas pendidikan tingkat SMA yang belum tersedia di daerah tersebut.

Warga berharap pemerintah dapat memberi perhatian lebih terhadap pembangunan infrastruktur dasar, khususnya akses jalan dan jembatan yang menjadi penunjang aktivitas masyarakat sehari-hari.

Selain itu, masyarakat juga mengeluhkan belum adanya puskesmas di wilayah mereka. Kondisi tersebut membuat warga harus menempuh jarak yang cukup jauh saat membutuhkan pelayanan kesehatan.

Di sektor pendidikan, warga mengaku kesulitan karena anak-anak yang telah menyelesaikan pendidikan SMP harus keluar daerah untuk melanjutkan sekolah ke tingkat SMA.

Mendengar berbagai aspirasi tersebut, Achmad Djufrie mengatakan seluruh masukan masyarakat akan menjadi catatan penting yang akan diperjuangkan bersama dalam pembahasan pembangunan daerah.

Menurutnya, turun langsung ke tengah masyarakat menjadi bagian penting untuk mengetahui kondisi riil yang dihadapi warga.

“Ketika kita datang langsung dan mendengar masyarakat berbicara, kita bisa memahami apa yang benar-benar mereka butuhkan. Itu yang menjadi dasar perjuangan kami di DPRD,” katanya.

Ia menambahkan, pemerataan pembangunan harus dirasakan hingga ke wilayah-wilayah yang masih membutuhkan perhatian, terutama terkait pelayanan dasar masyarakat.

“Harapan masyarakat ini tentu menjadi tanggung jawab bersama. Kami akan terus mengawal agar kebutuhan infrastruktur, kesehatan, dan pendidikan bisa mendapat perhatian dalam program pembangunan daerah,” tutup Achmad Djufrie. (Adv)