Kutim Evaluasi Sistem Pembinaan Atlet Usai Pelaksanaan Sirnas C 2026

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Pelaksanaan bulutangkis Sinar C tingkat nasional di Kutai Timur. (Foto: Siswandi/Pusaranmedia.com)
Pelaksanaan bulutangkis Sinar C tingkat nasional di Kutai Timur. (Foto: Siswandi/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Kutim Evaluasi Sistem Pembinaan Atlet Usai Pelaksanaan Sirnas C 2026

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Pelaksanaan bulutangkis Sinar C tingkat nasional di Kutai Timur. (Foto: Siswandi/Pusaranmedia.com)
Pelaksanaan bulutangkis Sinar C tingkat nasional di Kutai Timur. (Foto: Siswandi/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Kutim Evaluasi Sistem Pembinaan Atlet Usai Pelaksanaan Sirnas C 2026

Pelaksanaan bulutangkis Sinar C tingkat nasional di Kutai Timur. (Foto: Siswandi/Pusaranmedia.com)

Reporter: Siswandi | Editor: Buniyamin 

SANGATTA – Pelaksanaan Sirkuit Nasional (Sirnas) C Piala Bupati Kutai Timur (Kutim) 2026 dinilai menjadi momentum evaluasi bagi Kabupaten Kutim dalam memperkuat sistem pembinaan atlet dan klub olahraga daerah.

Sekretaris Daerah Kutim, Rizali Hadi mengatakan keberhasilan atlet nasional tidak diperoleh secara instan, melainkan melalui proses pembinaan yang panjang dan berkelanjutan.

“Ini menjadi pembelajaran bagi kita. Atlet-atlet yang berprestasi saat ini juga tidak dibentuk secara instan, tetapi melalui proses pembinaan yang panjang,” ujar Rizali.

Menurut dia, pemerintah daerah melalui Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) dan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) perlu memperkuat pembinaan atlet usia dini agar Kutim mampu melahirkan atlet yang dapat bersaing di tingkat nasional.

“Upaya pemerintah dalam mempersiapkan atlet-atlet potensial tentu harus dilakukan melalui pembinaan. Apakah itu melalui KONI maupun Dispora, semuanya harus terlibat,” katanya.

Rizali menilai Kutim memiliki potensi atlet yang cukup besar. Ia menyebut sejumlah atlet asal Kutim saat ini telah mampu tampil di level nasional, meski masih secara personal melalui klub-klub di luar daerah.

Di sisi lain, ia mengakui pembinaan klub olahraga di Kutim masih perlu ditingkatkan agar mampu bersaing dengan klub-klub besar nasional, seperti klub asal Jakarta yang mendominasi sejumlah nomor pertandingan di Sirnas C Kutim 2026.

“Ini menjadi evaluasi bagi kita ke depan untuk membangun klub-klub yang mampu berprestasi di tingkat nasional maupun internasional,” ujarnya.

Terkait atlet asal Kutim yang memperkuat klub luar daerah, Rizali menilai hal tersebut merupakan bagian dari pilihan karier atlet yang telah bergabung dengan klub tertentu.

“Itu personal karena mereka memang sudah masuk klub di sana. Tapi ini juga menjadi cambuk bagi Kutim agar bisa melahirkan atlet-atlet yang setaraf dengan mereka,” katanya.

Ia menegaskan pemerintah daerah akan terus berupaya memperbaiki sistem pembinaan olahraga di Kutim, termasuk mendorong lahirnya klub-klub yang mampu mencetak atlet berprestasi.

“Kita sebenarnya bisa, tetapi semua butuh proses,” pungkasnya.