Reporter: Achmad Fadillah | Editor: Bambang Irawan
BALIKPAPAN - Dinas Perhubungan (Dishub) Balikpapan melakukan rekayasa lalu lintas di kawasan Jalan Syarifuddin Yoes menyusul penutupan jalan akibat perbaikan permanen jalan amblas di simpang tiga BJBJ Balikpapan.
Perubahan skema lalu lintas dilakukan setelah Dishub menemukan kepadatan kendaraan dan potensi kecelakaan di sejumlah titik alternatif yang sebelumnya digunakan pengendara selama penutupan jalan berlangsung.
Kepala Dishub Balikpapan, Muhammad Fadli Fathurrahman mengatakan, pihaknya telah melakukan pengecekan langsung di lapangan sebelum memutuskan perubahan rekayasa lalu lintas tersebut.
"Untuk dari DAM menuju Gedung Kesenian dialihkan melalui Jalan Punai Raya, SMP 14, atau melalui Jalan Kasih," ucap Fadli, Senin (18/5/2026).
Sementara itu, arus kendaraan dari kawasan Jalan Asnawi Arbain atau BJBJ menuju Gedung Kesenian maupun sebaliknya masih dapat dilalui seperti biasa.
Namun, Dishub melakukan pengaturan tambahan di sekitar Jalan Punai dan kawasan Perumahan Villa Damai.
Menurut Fadli, perubahan tersebut dilakukan karena pihaknya melihat adanya potensi kecelakaan di jalur alternatif yang sebelumnya digunakan masyarakat.
"Di sana kami melihat rawan potensi terjadinya kecelakaan, sehingga malam ini kami koordinasi dengan lurah dan camat untuk segera memasang water barrier dan traffic cone," katanya.
Dalam skema terbaru, kendaraan dari Jalan Syarifuddin Yoes menuju kawasan Ruhui Rahayu diarahkan melewati Jalan Punai.
Sedangkan kendaraan dari Ruhui Rahayu menuju BJBJ akan dialihkan melalui kawasan Perumahan Villa Damai.
Dishub juga meminta warga membuka portal akses di kawasan Vila Damai mulai pukul 22.00 WITA guna mendukung kelancaran arus lalu lintas selama pengerjaan jalan berlangsung.
"Kami minta warga membuka portal di atas jam 10 malam selama kurang lebih tiga bulan sesuai kontrak kerja proyek jalan tersebut," jelasnya.
Fadli mengakui rekayasa lalu lintas yang diterapkan sebelumnya belum sepenuhnya sesuai dengan kondisi lapangan.
Karena itu, perubahan kembali dilakukan setelah pihaknya melakukan evaluasi langsung di lokasi.
"Kondisi di lapangan berbeda dengan kondisi di atas meja ketika rapat kemarin. Makanya kami turun langsung dan melihat ada potensi-potensi yang perlu diantisipasi," ungkapnya.
Ia menyebut evaluasi tersebut juga merupakan tindak lanjut masukan Komisi III DPRD Balikpapan yang meminta Dishub melakukan langkah antisipasi untuk mengurangi risiko kecelakaan dan kemacetan akibat penutupan jalan nasional tersebut.
Perbaikan jalan amblas di kawasan simpang tiga BJBJ diperkirakan berlangsung selama tiga bulan.
Proyek tersebut berada di bawah kewenangan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) karena status Jalan Syarifuddin Yoes merupakan jalan nasional.
"Leading pengerjaan ada di Balai karena statusnya jalan nasional," pungkasnya. (Adv Diskominfo Kota Balikpapan)


