Dinas Perikanan PPU Dorong Hilirisasi Rumput Laut

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Syahrudin, salah satu warga Kecamatan Penajam, PPU membudidayakan rumput laut gracilaria. (Foto: Dok.Pusaranmedia.com)
Syahrudin, salah satu warga Kecamatan Penajam, PPU membudidayakan rumput laut gracilaria. (Foto: Dok.Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Dinas Perikanan PPU Dorong Hilirisasi Rumput Laut

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Syahrudin, salah satu warga Kecamatan Penajam, PPU membudidayakan rumput laut gracilaria. (Foto: Dok.Pusaranmedia.com)
Syahrudin, salah satu warga Kecamatan Penajam, PPU membudidayakan rumput laut gracilaria. (Foto: Dok.Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Dinas Perikanan PPU Dorong Hilirisasi Rumput Laut 

Syahrudin, salah satu warga Kecamatan Penajam, PPU membudidayakan rumput laut gracilaria. (Foto: Dok.Pusaranmedia.com)

Reporter: Adi Kade | Editor: Bambang Irawan 

PENAJAM - Dinas Perikanan Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mendorong hilirisasi rumput laut. Karena, PPU memiliki potensi pengembangan budidaya rumput laut jenis gracilaria dan cottoni. 

Kepala Dinas Perikanan PPU, Andi Trasodiharto mengatakan, pemerintah daerah membuka ruang bagi investor untuk menanam modal pembangunan pabrik pengolahan rumput laut di Benuo Taka. 

Karena, PPU memiliki potensi yang cukup besar untuk pengembangan budidaya rumput laut jenis gracilaria atau sango-sango. Saat ini, PPU mampu memproduksi sekitar 9.000 ton rumput laut gracilaria per tahun. 

PPU memiliki sekitar 6.000 Hektare (Ha) tambak produktif yang sebagian besar telah digunakan untuk budidaya rumput laut terutama di wilayah Kecamatan Babulu dan sebagian wilayah Kecamatan Penajam. 

“Kami mendorong pihak swasta untuk membangun pabrik pengolahan rumput laut, paling tidak skala industri bahan baku setengah jadi,” kata Andi Traso, Senin (18/5/2026). 

Selain rumput laut gracilaria, kata Andi Traso, PPU juga memiliki potensi pengembangan budidaya rumput laut jenis cottoni. Beberapa tahun lalu, budidaya rumput laut cottoni di wilayah pesisir PPU, terutama di wilayah Desa Api-Api dan Desa Sesulu, Kecamatan Waru sempat berkembang. 

Namun, belakangan ini budidaya rumput laut cottoni meredup lantaran pembudidaya kesulitan mendapatkan benih unggul. Dinas Perikanan PPU pun berencana menghidupkan kembali budidaya rumput laut cottoni. 

“Kalau ada pihak swasta membangun pabrik pengolahan rumput laut, bahan baku cukup memadai. Karena, PPU masih memiliki potensi yang cukup besar untuk peningkatan hasil produksi rumput laut gracilaria dan cottoni,” ujarnya. 

Andi Traso menyambut baik rencana pemerintah pusat untuk pembangunan hilirisasi rumput laut. Diharapkan nantinya PPU menjadi salah satu sasaran program hilirisasi rumput laut pemerintah pusat.  “

Kalau ada pabrik pengolahan rumput laut dibangun di PPU, tentu akan memberikan dampak ekonomi yang besar terhadap masyarakat. Selain, menjaga kestabilan harga, juga akan membuka peluang pekerjaan,” pungkasnya.