Reporter: Diansyah | Editor: Bambang Irawan
NUNUKAN – Curah hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi di wilayah Malaysia memicu banjir kiriman di sejumlah kawasan Kabupaten Nunukan. Akibatnya, debit air Sungai Sembakung mengalami kenaikan signifikan dan meluap ke beberapa wilayah permukiman warga, Senin (18/5/2026).
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nunukan, Tinggi Muka Air (TMA) Sungai Sembakung mulai berada di atas batas normal sejak pukul 10.00 WITA.
Kepala Subbidang Penyelamatan dan Evaluasi BPBD Nunukan, Hasanuddin mengatakan, hingga pukul 17.30 WITA terdapat empat kecamatan yang terdampak banjir, yakni Kecamatan Lumbis Persiangan, Lumbis, Sembakung Atulai, dan Sembakung.
“Banjir terjadi akibat kiriman air dari wilayah perbatasan Malaysia yang masuk melalui Kecamatan Lumbis Pensiangan,” ujar Hasanuddin.
Ia menjelaskan, jumlah desa terdampak masih dalam proses pendataan oleh personel BPBD yang berada di masing-masing kecamatan. Meski demikian, hingga saat ini belum terdapat warga yang mengungsi.
“Data desa terdampak masih terus diperbarui oleh petugas di lapangan. Untuk sementara belum ada laporan pengungsi,” katanya.
BPBD mencatat, TMA Sungai Sembakung di Desa Mansalong, Kecamatan Lumbis, mencapai 10 meter. Angka tersebut naik sekitar tiga meter dibandingkan kondisi normal yang berada di kisaran tujuh meter.
Kenaikan debit air tersebut menyebabkan aktivitas masyarakat di sejumlah wilayah terganggu, terutama akses transportasi dan mobilitas warga di kawasan bantaran sungai.
“Sebagian besar aktivitas masyarakat terganggu akibat banjir. Namun, untuk wilayah Kecamatan Lumbis Pensiangan, air mulai surut sekitar pukul 15.00 WITA,” jelas Hasanuddin.
Saat ini, BPBD Nunukan bersama pemerintah kecamatan dan desa terus melakukan pemantauan kondisi di lapangan, termasuk memonitor perkembangan tinggi muka air dan dampak banjir di wilayah terdampak.
Selain itu, sejumlah peralatan penanggulangan bencana juga telah disiagakan guna mengantisipasi kemungkinan terjadinya banjir susulan.
“Personel yang terlibat terdiri dari BPBD Pos Kecamatan, pemerintah kecamatan, dan pemerintah desa. Armada yang disiagakan meliputi mobil slip on BPBD, kendaraan roda dua, serta long boat,” pungkasnya.


