Workshop Film Pendek Bontang Jadi Ruang Lahirnya Sineas Muda Lokal

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Workshop Pembuatan Film Pendek (Foto: Lutfi Aziz/Pusaranmedia.com)
Workshop Pembuatan Film Pendek (Foto: Lutfi Aziz/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Workshop Film Pendek Bontang Jadi Ruang Lahirnya Sineas Muda Lokal

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Workshop Pembuatan Film Pendek (Foto: Lutfi Aziz/Pusaranmedia.com)
Workshop Pembuatan Film Pendek (Foto: Lutfi Aziz/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Workshop Film Pendek Bontang Jadi Ruang Lahirnya Sineas Muda Lokal

Workshop Pembuatan Film Pendek (Foto: Lutfi Aziz/Pusaranmedia.com)

Reporter: Lutfi Aziz | Editor: Bambang Irawan 

BONTANG - Neni Moerniaeni resmi membuka Workshop Pembuatan Film Pendek untuk pelajar SMA dan SMK se-Kota Bontang di Gedung Mini Teater Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Bontang, Senin (18/5/2026). 

Kegiatan yang diikuti 60 pelajar itu dinilai menjadi langkah awal membangun regenerasi sineas muda sekaligus memperkuat ekosistem ekonomi kreatif daerah.

Workshop yang berlangsung hingga 20 Mei tersebut digagas komunitas Sineas Besai Berinta dengan konsep pembelajaran langsung. Para peserta tidak hanya menerima teori, tetapi juga praktik produksi film pendek secara berkelompok mulai dari penulisan naskah, penyutradaraan, pengambilan gambar hingga proses editing.

Ketua panitia, Arif Rahmatullah mengatakan, workshop menghadirkan enam narasumber dari kalangan akademisi dan praktisi perfilman. Mereka di antaranya Muhammad Jaya yang membawakan materi penyutradaraan, Ahmad Muslih tentang penulisan skenario, M Mulyadi terkait editing, serta Fajri Amran mengenai fotografi.

Selain praktisi lokal, kegiatan ini juga menghadirkan akademisi dari Universitas Jember, yakni Kepala Program Studi Televisi dan Film Fakultas Ilmu Budaya, Muhammad Zamroni dan Ali Alfian.

Dalam sambutannya, Neni Moerniaeni menilai industri kreatif berbasis film memiliki peluang besar berkembang di Kota Bontang. Menurutnya, generasi muda saat ini memiliki kemampuan yang kuat dalam bidang videografi, fotografi, penulisan cerita hingga teknologi editing digital.

“Film pendek bukan sekadar hiburan, tetapi juga media edukasi, ruang kreativitas, dan sarana menyampaikan pesan positif kepada masyarakat,” ujarnya.

Ia berharap workshop tersebut mampu menjadi ruang belajar sekaligus wadah kolaborasi bagi pelajar untuk menghasilkan karya visual yang produktif dan bernilai ekonomi.

Kegiatan itu juga mendapat dukungan dari Aksi Pemuda Bontang, Bidang Ekonomi Kreatif Dispopar Kota Bontang, serta Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Bontang. Pemerintah berharap kegiatan serupa dapat terus digelar untuk mempercepat pertumbuhan ekosistem perfilman lokal dan membuka peluang lahirnya kreator muda berbakat dari Kota Taman.