PLBL Liem Hie Djung Nunukan Resmi Terapkan Sistem Pembayaran QRIS

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Para agen dan pejabat daerah mencoba layanan QRIS di Soft Launching PLBL Liem Hie Djung menerapkan sistem QRIS (Foto: Diansyah/pusaranmedia.com)
Para agen dan pejabat daerah mencoba layanan QRIS di Soft Launching PLBL Liem Hie Djung menerapkan sistem QRIS (Foto: Diansyah/pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

PLBL Liem Hie Djung Nunukan Resmi Terapkan Sistem Pembayaran QRIS

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Para agen dan pejabat daerah mencoba layanan QRIS di Soft Launching PLBL Liem Hie Djung menerapkan sistem QRIS (Foto: Diansyah/pusaranmedia.com)
Para agen dan pejabat daerah mencoba layanan QRIS di Soft Launching PLBL Liem Hie Djung menerapkan sistem QRIS (Foto: Diansyah/pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

PLBL Liem Hie Djung Nunukan Resmi Terapkan Sistem Pembayaran QRIS

Para agen dan pejabat daerah mencoba layanan QRIS di Soft Launching PLBL Liem Hie Djung menerapkan sistem QRIS (Foto: Diansyah/pusaranmedia.com)

Reporter: Diansyah | Editor: Buniyamin

NUNUKAN – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) bersama Bank Indonesia (BI) Kaltara resmi meluncurkan program Pelabuhan Siap QRIS di Pelabuhan PLBL Liem Hie Djung Nunukan.

Peresmian ini sebagai langkah mempercepat transformasi digital sektor transportasi laut di wilayah perbatasan.

Program tersebut menjadi bagian dari pengembangan layanan digitalisasi pelabuhan melalui inovasi DigiPort yang dikembangkan Dinas Perhubungan (Dishub) Kaltara sejak September 2025.

Kepala Seksi Lalu Lintas dan ASDP Dishub Kaltara, Masahara mengatakan penerapan pembayaran digital melalui QRIS bertujuan meningkatkan efisiensi pelayanan sekaligus memperkuat transparansi pengelolaan retribusi pelabuhan.

Menurutnya, pembayaran retribusi jasa kepelabuhanan kini dapat dilakukan secara nontunai melalui QRIS maupun transfer antarbank.

“Digitalisasi ini memberikan banyak manfaat, mulai dari proses transaksi yang lebih cepat dan efisien, mengurangi antrean, meningkatkan transparansi penerimaan daerah, hingga memberikan keamanan transaksi tanpa perlu membawa uang tunai,” kata Masahara saat launching Pelabuhan Siap QRIS di PLBL Liem Hie Djung Nunukan, Selasa (19/5/2026). 

Ia menjelaskan, layanan pembayaran digital juga telah diterapkan pada pembelian tiket speedboat reguler tujuan Nunukan – Sebatik melalui agen penjualan tiket yang tersedia di pelabuhan.

Menurutnya, langkah tersebut menjadi bagian dari upaya peningkatan kualitas layanan transportasi laut yang selama ini menjadi moda utama mobilitas masyarakat di Kabupaten Nunukan dan wilayah perbatasan lainnya.

“Operator speedboat mendapatkan kemudahan pencatatan transaksi yang lebih rapi dan masyarakat juga semakin mudah melakukan pembayaran secara cepat dan praktis,” ujarnya.

Masahara menambahkan, Pemprov Kaltara menargetkan sistem pembayaran digital serupa dapat diterapkan di seluruh pelabuhan di wilayah Kaltara.

Ia juga mengapresiasi dukungan Bank Indonesia, pihak perbankan, operator pelabuhan, hingga pelaku usaha transportasi yang dinilai berperan penting dalam mendorong transformasi layanan publik di sektor transportasi.

Sementara itu, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kaltara, Reza Hidayat mengatakan PLBL Liem Hie Djung Nunukan menjadi pelabuhan pertama di Kalimantan yang telah menerapkan sistem pembayaran QRIS.

“Transportasi speedboat merupakan moda utama masyarakat Kaltara. Berdasarkan data BPS 2025, ada sekitar 759 ribu perjalanan melalui speedboat di Kaltara. Untuk itu, transformasi digital di sektor ini menjadi sangat penting,” ujar Reza.

Ia menjelaskan, digitalisasi pembayaran di pelabuhan tidak hanya bertujuan menyediakan alternatif transaksi non-tunai, tetapi juga mendukung percepatan ekosistem ekonomi digital di kawasan perbatasan.

Menurutnya, BI bersama pemerintah daerah juga menargetkan seluruh pelabuhan di Kaltara dapat menerapkan sistem pembayaran QRIS dalam waktu dekat.

“Kalau ini terwujud, Kaltara akan menjadi provinsi pertama di Kalimantan yang menerapkan QRIS di seluruh pelabuhannya,” katanya.

Reza menambahkan, pengembangan digitalisasi nantinya tidak hanya terbatas pada pembelian tiket pelabuhan, tetapi juga diarahkan hingga sektor pendukung transportasi lainnya, termasuk transaksi pembelian bahan bakar dan pelaku UMKM di sekitar kawasan pelabuhan.

Ia mengakui implementasi awal sistem digitalisasi kemungkinan masih memerlukan penyesuaian, namun pihaknya optimistis masyarakat akan semakin terbiasa menggunakan transaksi non-tunai.

“Ini bukan mengganti transaksi tunai sepenuhnya, tetapi memberikan pilihan pembayaran yang lebih cepat, mudah, murah, aman dan andal bagi masyarakat,” pungkasnya.