Reporter: Achmad Fadillah | Editor: Buniyamin
BALIKPAPAN - Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas'ud memilih menggunakan anggaran daerah untuk memperbaiki Jalan Syarifuddin Yoes meski status jalan tersebut merupakan kewenangan pemerintah pusat.
Keputusan itu diambil setelah Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan karena menilai kondisi jalan membutuhkan penanganan cepat agar tidak memicu kecelakaan lalu lintas di jalur utama kota tersebut.
Rahmad Mas'ud mengungkapkan, perbaikan Jalan Syarifuddin Yoes akan menggunakan dana tanggap darurat bencana APBD 2026 dengan total anggaran sekitar Rp9,5 miliar.
Menurutnya, langkah itu dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab pemerintah daerah terhadap keselamatan masyarakat, meskipun secara teknis pemeliharaan jalan menjadi tanggung jawab Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN).
"Sebenarnya ini tanggung jawab pusat. Tetapi saya punya tanggung jawab lebih besar lagi untuk kenyamanan warga saya. Jangan sampai nanti terjadi kecelakaan baru diperbaiki," kata Rahmad, Selasa (19/5/2026).
Ia mengatakan sebelum memutuskan menggunakan APBD, Pemkot Balikpapan terlebih dahulu berkoordinasi dengan pihak balai jalan untuk memastikan langkah tersebut tidak melanggar aturan.
Rahmad menyebut kondisi defisit anggaran yang terjadi membuat pemerintah pusat belum bisa segera mengalokasikan dana perbaikan jalan tersebut.
Untuk itu, Pemkot Balikpapan mengambil inisiatif agar kerusakan tidak semakin membahayakan pengguna jalan.
"Kalau balai belum menganggarkan karena memang semua defisit anggaran, izinkan saya menganggarkan itu pakai APBD kami. Dan Alhamdulillah hasil diskusi itu dibolehkan," ujarnya.
Ia menegaskan, penggunaan anggaran daerah tetap dilakukan secara transparan dan berada di bawah pengawasan pihak balai jalan agar pelaksanaannya sesuai ketentuan. "Pengawasannya juga dari balai. Jadi Insyaallah clear and clean," tambahnya.
Jalan Syarifuddin Yoes diketahui menjadi salah satu akses vital di Balikpapan karena menghubungkan sejumlah kawasan penting, termasuk jalur menuju Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan .
Rahmad menilai kerusakan jalan di jalur tersebut tidak bisa dibiarkan terlalu lama karena tingginya mobilitas kendaraan setiap hari.
Selain untuk menjaga kenyamanan masyarakat, perbaikan jalan juga disebut menjadi langkah antisipasi agar tidak muncul persoalan lebih besar di kemudian hari.
"Jangan sampai ada bencana baru kami cari kambing hitam," tegasnya.
Pemkot Balikpapan berharap proses perbaikan jalan dapat segera berjalan sehingga aktivitas masyarakat dan arus transportasi di kawasan tersebut kembali lancar dan aman. (Adv Diskominfo Kota Balikpapan)


