Ketua DPRD Kaltara Terima Keluhan Warga Soal Jembatan Rusak saat Reses di SP7 Tanjung Buka

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Ketua DPRD Kaltara, Achmad Djufrie, saat berada di lokasi jembatan yang dikeluhkan Masyarakat Tanjung Buka. (Foto: Istimewa)
Ketua DPRD Kaltara, Achmad Djufrie, saat berada di lokasi jembatan yang dikeluhkan Masyarakat Tanjung Buka. (Foto: Istimewa)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Ketua DPRD Kaltara Terima Keluhan Warga Soal Jembatan Rusak saat Reses di SP7 Tanjung Buka

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Ketua DPRD Kaltara, Achmad Djufrie, saat berada di lokasi jembatan yang dikeluhkan Masyarakat Tanjung Buka. (Foto: Istimewa)
Ketua DPRD Kaltara, Achmad Djufrie, saat berada di lokasi jembatan yang dikeluhkan Masyarakat Tanjung Buka. (Foto: Istimewa)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Ketua DPRD Kaltara Terima Keluhan Warga Soal Jembatan Rusak saat Reses di SP7 Tanjung Buka

Ketua DPRD Kaltara, Achmad Djufrie, saat berada di lokasi jembatan yang dikeluhkan Masyarakat Tanjung Buka. (Foto: Istimewa)

TANJUNG SELOR – Ketua DPRD Kalimantan Utara, Achmad Djufrie memberi atensi soal kondisi jembatan di Desa Tanjung Buka SP7 yang dikeluhkan masyarakat saat kegiatan reses.

Keluhan tersebut disampaikan warga karena kondisi jembatan dinilai sudah tidak layak dan membahayakan aktivitas masyarakat sehari-hari. Menindaklanjuti aspirasi itu, Achmad Djufrie langsung turun meninjau lokasi untuk melihat kondisi jembatan secara langsung.

“Pada saat reses di Desa Tanjung Buka SP7, masyarakat mengeluhkan kondisi jembatan yang sudah tidak layak. Menindaklanjuti keluhan tersebut, saya langsung meninjau kondisi jembatan untuk melihat secara langsung keadaan di lapangan,” ujar Achmad Djufrie, pekan ini.

Dari hasil peninjauan, ia menilai jembatan tersebut memang sudah perlu mendapatkan perhatian pemerintah daerah. Sebab, keberadaan jembatan menjadi akses vital bagi masyarakat setempat.

Menurutnya, jembatan itu bukan hanya penghubung antar desa, tetapi juga jalur utama masyarakat untuk bekerja, mengangkut hasil kebun, hingga akses anak-anak menuju sekolah.

“Dan ternyata benar, kondisi jembatan sudah harus diperbaiki, mengingat jembatan tersebut menjadi akses penting bagi masyarakat dan penghubung antar desa. Aktivitas masyarakat sangat bergantung pada akses ini,” katanya.

Ia menegaskan, kondisi jembatan yang rusak tidak bisa dibiarkan terlalu lama karena menyangkut keselamatan dan mobilitas warga.

“Kalau tidak segera diperbaiki, tentu akan mengganggu aktivitas masyarakat. Karena itu saya berharap ada perhatian dan prioritas anggaran dari pemerintah daerah untuk perbaikan jembatan tersebut,” tegasnya. (adv)