Luapan Air Sungai Sembakung, Dua RT di Desa Atap Mulai Terendam

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Kondisi terkini air yang mulai mengenangi pekarangan rumah warga di Kecamatan Sembakung. (Foto: BPBD Nunukan)
Kondisi terkini air yang mulai mengenangi pekarangan rumah warga di Kecamatan Sembakung. (Foto: BPBD Nunukan)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Luapan Air Sungai Sembakung, Dua RT di Desa Atap Mulai Terendam

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Kondisi terkini air yang mulai mengenangi pekarangan rumah warga di Kecamatan Sembakung. (Foto: BPBD Nunukan)
Kondisi terkini air yang mulai mengenangi pekarangan rumah warga di Kecamatan Sembakung. (Foto: BPBD Nunukan)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Luapan Air Sungai Sembakung, Dua RT di Desa Atap Mulai Terendam

Kondisi terkini air yang mulai mengenangi pekarangan rumah warga di Kecamatan Sembakung. (Foto: BPBD Nunukan)

Reporter: Diansyah | Editor: Bambang Irawan

NUNUKAN - Banjir kiriman dari wilayah hulu masih memengaruhi kondisi debit Sungai Sembakung. Memasuki hari kedua pemantauan, Tinggi Muka Air (TMA) di Kecamatan Sembakung, Kabupaten Nunukan, kembali mengalami kenaikan, Selasa (19/5/2026).

Berdasarkan pantauan personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nunukan, ketinggian air tercatat mencapai 3,60 meter pada pukul 07.30 WITA atau naik 20 sentimeter dibandingkan sehari sebelumnya yang berada di angka 3,40 meter.

Kepala Sub Seksi Bidang Penyelamatan dan Evaluasi BPBD Nunukan, Hasanuddin menjelaskan, peningkatan debit air tersebut dipicu kiriman air dari wilayah Kecamatan Lumbis yang sebelumnya lebih dulu mengalami kenaikan debit sungai.

“Terjadi kenaikan sekitar 60 sentimeter dari kondisi normal permukaan sungai yang berada di angka tiga meter. Namun, aktivitas masyarakat sejauh ini masih berjalan normal,” ujar Hasanuddin.

Meski demikian, banjir mulai merendam sejumlah permukiman warga di Desa Atap, Kecamatan Sembakung. Sedikitnya dua RT terdampak akibat luapan sungai yang menggenangi rumah warga dengan ketinggian air mencapai 60 sentimeter.

Menurut Hasanuddin, BPBD Nunukan terus melakukan pemantauan intensif terhadap perkembangan debit air dan wilayah terdampak banjir. Koordinasi bersama pihak kecamatan dan pemerintah desa juga terus dilakukan guna mengantisipasi kemungkinan peningkatan debit air.

Selain itu, sejumlah peralatan penanggulangan bencana telah disiagakan di lokasi, termasuk armada mobil slip on BPBD, kendaraan roda dua, serta long boat untuk mendukung proses evakuasi maupun penanganan darurat apabila situasi memburuk.

“Personel BPBD pos kecamatan bersama aparat kecamatan dan desa saat ini masih bersiaga penuh di lapangan,” pungkasnya.