TPID Balikpapan, PPU dan Paser Waspadai Kenaikan Harga Pangan Jelang Iduladha 2026

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
HLM TPID Gabungan digelar di Kantor Perwakilan (KPw) BI Balikpapan, Senin (18/5/2026). (Foto: BI Balikpapan)
HLM TPID Gabungan digelar di Kantor Perwakilan (KPw) BI Balikpapan, Senin (18/5/2026). (Foto: BI Balikpapan)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

TPID Balikpapan, PPU dan Paser Waspadai Kenaikan Harga Pangan Jelang Iduladha 2026

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
HLM TPID Gabungan digelar di Kantor Perwakilan (KPw) BI Balikpapan, Senin (18/5/2026). (Foto: BI Balikpapan)
HLM TPID Gabungan digelar di Kantor Perwakilan (KPw) BI Balikpapan, Senin (18/5/2026). (Foto: BI Balikpapan)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

TPID Balikpapan, PPU dan Paser Waspadai Kenaikan Harga Pangan Jelang Iduladha 2026

HLM TPID Gabungan digelar di Kantor Perwakilan (KPw) BI Balikpapan, Senin (18/5/2026). (Foto: BI Balikpapan)

Reporter: Achmad Fadillah | Editor: Bambang Irawan

BALIKPAPAN - Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Balikpapan, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), dan Kabupaten Paser memperkuat sinergi pengendalian inflasi menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Iduldha 2026 melalui High Level Meeting (HLM) TPID Gabungan yang digelar di Balikpapan, Senin (18/5/2026).

Pertemuan tersebut dihadiri Bupati PPU Mudyat Noor, Wakil Wali Kota Balikpapan Bagus Susetyo, Asisten II Setda Bidang Ekonomi dan Pembangunan Kabupaten Paser Adi Maulana, serta Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Balikpapan Robi Ariadi.

Kepala Perwakilan BI Balikpapan, Robi Ariadi menyampaikan sejumlah komoditas yang mengalami kenaikan harga dan perlu diwaspadai berdasarkan hasil monitoring Early Warning System (EWS) hingga minggu kedua Mei 2026.

"Berdasarkan hasil monitoring EWS, sejumlah komoditas yang meningkat di ketiga wilayah dan perlu terus diwaspadai meliputi hortikultura, beras, minyak goreng, gula pasir, dan bahan bakar rumah tangga," ucap Robi dalam keterangan press release, Selasa (19/5/2026).

Selain kenaikan harga pangan, HLM juga menyoroti sejumlah risiko pengendalian inflasi ke depan, mulai dari ketidakpastian global, kenaikan harga energi, tekanan biaya logistik dan kemasan, hingga peningkatan biaya angkut.

TPID turut memberi perhatian terhadap dampak kemarau panjang atau El Nino yang diperkirakan memengaruhi produksi pangan di Kalimantan Timur (Kaltim) maupun daerah sentra produksi seperti Jawa dan Sulawesi.

"Prakiraan curah hujan Balikpapan, PPU, dan Paser pada Juni hingga Agustus 2026 diperkirakan berada pada kategori rendah. Kondisi ini berimplikasi pada risiko gangguan distribusi, penurunan pasokan dari daerah produsen, serta peningkatan biaya logistik," kata Robi.

Meski demikian, TPID menilai ketersediaan pangan strategis di Kaltim secara umum masih dalam kondisi cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat menjelang Idul Adha.

"Stok komoditas utama seperti beras, jagung, gula, minyak goreng, dan daging sapi perlu terus dijaga melalui penguatan distribusi dan pemantauan ketersediaan pasokan," tambahnya.

Selain pangan, pengawasan distribusi BBM subsidi dan LPG 3 kilogram juga menjadi perhatian menjelang meningkatnya aktivitas masyarakat saat HBKN Iduladha.

TPID mendorong penguatan pengawasan melalui penerapan subsidi tepat berbasis QR Code dan Nomor Induk Kependudukan (NIK), pemantauan di SPBU dan pangkalan resmi, hingga koordinasi dengan aparat penegak hukum.

Dalam HLM tersebut, masing-masing daerah juga memaparkan langkah pengendalian inflasi yang telah dilakukan sejak Februari hingga April 2026.

TPID Kabupaten Paser tercatat telah melaksanakan Gerakan Pangan Murah (GPM) sebanyak 19 kali, termasuk operasi pasar LPG 3 kilogram dan bazar telur murah. 

Sementara TPID Kota Balikpapan telah menggelar 44 kali GPM, operasi pasar sembako dan LPG, serta memperkuat koordinasi distribusi pangan.

Adapun TPID Kabupaten PPU telah melaksanakan sembilan kali GPM dan 11 kali operasi pasar disertai pemantauan harga harian dan ketersediaan pasokan.

Sebagai tindak lanjut HLM, TPID Balikpapan, PPU, dan Paser sepakat memperkuat langkah pengendalian inflasi melalui percepatan GPM, pasar murah dan operasi pasar, sidak pasar berkala, optimalisasi Belanja Tak Terduga (BTT), hingga penguatan peran BUMD dan BUMDes sebagai offtaker pangan.

"TPID juga mendorong percepatan tanam komoditas pangan dan hortikultura, penguatan kelancaran distribusi pangan, serta fasilitasi kerja sama produsen pangan lokal dengan SPPG Makan Bergizi Gratis," pungkasnya.