Incar Posisi Tiga Besar di Porprov Kaltim, Kutim Mulai Petakan Kekuatan Cabor

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Wakil Bupati Kutim, Mahyunadi saat memimpin rapat di Sekretariat KONI Kutim. (Foto: Dok.KONI Kutim)
Wakil Bupati Kutim, Mahyunadi saat memimpin rapat di Sekretariat KONI Kutim. (Foto: Dok.KONI Kutim)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Incar Posisi Tiga Besar di Porprov Kaltim, Kutim Mulai Petakan Kekuatan Cabor

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Wakil Bupati Kutim, Mahyunadi saat memimpin rapat di Sekretariat KONI Kutim. (Foto: Dok.KONI Kutim)
Wakil Bupati Kutim, Mahyunadi saat memimpin rapat di Sekretariat KONI Kutim. (Foto: Dok.KONI Kutim)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Incar Posisi Tiga Besar di Porprov Kaltim, Kutim Mulai Petakan Kekuatan Cabor

Wakil Bupati Kutim, Mahyunadi saat memimpin rapat di Sekretariat KONI Kutim. (Foto: Dok.KONI Kutim)

Reporter: Siswandi | Editor: Bambang Irawan 

SANGATTA – Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mulai memetakan cabang olahraga potensial untuk mendongkrak perolehan medali emas pada Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) Kalimantan Timur VIII di Kabupaten Paser, November 2026 mendatang. 

Langkah itu dilakukan setelah selisih medali emas Kutim dengan posisi tiga besar pada PORPROV sebelumnya dinilai masih cukup jauh.

Pembahasan tersebut mengemuka dalam rapat koordinasi persiapan PORPROV yang digelar Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kutim di Sekretariat KONI Kutim, Selasa (19/5/2026).

Wakil Bupati Kutim sekaligus Ketua Kontingen PORPROV Kutim, Mahyunadi mengatakan hasil PORPROV 2022 menjadi bahan evaluasi bagi daerah. 

Saat itu Kutim berada di posisi keempat dengan selisih sekitar 50 medali emas dari peringkat ketiga.

Menurutnya, perolehan emas menjadi faktor utama penentuan peringkat sehingga strategi pembinaan dan penguatan cabor harus diarahkan pada cabang yang memiliki banyak nomor pertandingan.

“Kalau ingin mengejar posisi lebih tinggi, kita harus melihat cabang yang peluang medalinya besar. Ada cabor yang menyediakan puluhan medali dan itu harus dimaksimalkan,” ujarnya.

Ia mencontohkan cabang seperti Hapkido dan Aeromodelling yang memiliki jumlah nomor pertandingan cukup banyak sehingga dinilai berpotensi menjadi penyumbang medali emas.

Meski demikian, Mahyunadi menilai cabang olahraga populer tetap perlu diperhatikan karena memiliki nilai pembinaan jangka panjang dan gengsi daerah.

Selain persiapan teknis pertandingan, persoalan kebutuhan atlet juga menjadi perhatian dalam rapat tersebut. 

Mulai dari perlengkapan, konsumsi, transportasi hingga akomodasi disebut akan dipersiapkan lebih awal untuk menghindari kendala saat pelaksanaan PORPROV.

Ketua Umum KONI Kutim, Rudi Hartono meminta seluruh pengurus cabang olahraga aktif menyampaikan kebutuhan masing-masing sejak awal. 

Menurutnya, koordinasi lebih dini diperlukan agar persoalan teknis tidak muncul ketika pertandingan berlangsung.

“Hal-hal seperti transportasi, penginapan, sampai konsumsi harus dibahas sekarang supaya tidak menjadi masalah di lapangan,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kutim, Basuki Isnawan menyebut pihaknya masih melakukan pendataan kebutuhan kontingen. 

Dari total 64 cabang olahraga yang akan berlaga di PORPROV, pada tahap awal baru 36 cabor yang dilibatkan dalam koordinasi.

Menurut Basuki, data tersebut akan menjadi dasar penyusunan dukungan anggaran dan kebutuhan teknis kontingen selama pelaksanaan PORPROV di Paser.

Rapat koordinasi itu turut dihadiri jajaran pengurus KONI Kutim, Dispora serta para ketua cabang olahraga.