Bunda PAUD Balikpapan Tekankan Pendidikan Karakter Anak di Era Digital

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Ketua Bunda PAUD Balikpapan, Nurlena Rahmad Mas'ud menyerahkan boneka kepada salah satu anak saat kegiatan Pentas Seni Kelompok Bermain SKB se-Kota Balikpapan di BSCC Dome, Senin (19/5/2026). (Foto: Achmad Fadillah/Pusaranmedia.com)
Ketua Bunda PAUD Balikpapan, Nurlena Rahmad Mas'ud menyerahkan boneka kepada salah satu anak saat kegiatan Pentas Seni Kelompok Bermain SKB se-Kota Balikpapan di BSCC Dome, Senin (19/5/2026). (Foto: Achmad Fadillah/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Bunda PAUD Balikpapan Tekankan Pendidikan Karakter Anak di Era Digital

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Ketua Bunda PAUD Balikpapan, Nurlena Rahmad Mas'ud menyerahkan boneka kepada salah satu anak saat kegiatan Pentas Seni Kelompok Bermain SKB se-Kota Balikpapan di BSCC Dome, Senin (19/5/2026). (Foto: Achmad Fadillah/Pusaranmedia.com)
Ketua Bunda PAUD Balikpapan, Nurlena Rahmad Mas'ud menyerahkan boneka kepada salah satu anak saat kegiatan Pentas Seni Kelompok Bermain SKB se-Kota Balikpapan di BSCC Dome, Senin (19/5/2026). (Foto: Achmad Fadillah/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Bunda PAUD Balikpapan Tekankan Pendidikan Karakter Anak di Era Digital

Ketua Bunda PAUD Balikpapan, Nurlena Rahmad Mas'ud menyerahkan boneka kepada salah satu anak saat kegiatan Pentas Seni Kelompok Bermain SKB se-Kota Balikpapan di BSCC Dome, Senin (19/5/2026). (Foto: Achmad Fadillah/Pusaranmedia.com)

Reporter: Achmad Fadillah | Editor: Bambang Irawan

BALIKPAPAN - Ketua Bunda PAUD Kota Balikpapan, Nurlena Rahmad Mas'ud mengingatkan pentingnya peran orang tua dalam membentuk karakter anak sejak usia dini, terutama di tengah perkembangan teknologi dan penggunaan gadget yang semakin masif.

Pesan itu disampaikannya saat menghadiri Pentas Seni Kelompok Bermain Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) se-Kota Balikpapan Tahun Ajaran 2025/2026 di Gedung BSCC Dome, Selasa (19/5/2026).

Kegiatan bertema "Cinta Alam dan Budaya Lokal" tersebut berlangsung meriah dengan penampilan ratusan anak mengenakan berbagai pakaian profesi dan busana adat nusantara.

Nurlena Rahmad Mas'ud mengatakan pendidikan anak usia dini bukan sekadar mengajarkan membaca dan berhitung, tetapi menjadi fase penting membangun karakter, rasa percaya diri, hingga kemampuan bersosialisasi anak.

"Di usia emas inilah anak mulai belajar mandiri, berani tampil, mengenal teman, serta membangun rasa percaya diri. Pendidikan PAUD bukan hanya soal membaca dan berhitung, tetapi juga pembentukan karakter," ucap Nurlena.

Ia menilai kostum profesi yang dikenakan anak-anak dalam pentas seni dapat menjadi sarana orang tua mengenalkan cita-cita dan nilai tanggung jawab kepada anak sejak dini.

"Anak-anak tadi ada yang memakai pakaian dokter, guru, hingga PNS. Orang tua jangan hanya memakaikan kostum, tetapi juga menjelaskan makna profesi tersebut agar anak memahami cita-cita dan tanggung jawab dari pekerjaan itu," katanya.

Acara tersebut dihadiri sekitar 1.000 peserta yang terdiri dari 500 anak didik dan 500 orang tua. 

Antusiasme terlihat saat para orang tua mendampingi anak-anak tampil di atas panggung membawakan tarian, lagu, hingga parade busana budaya daerah.

Di tengah perkembangan era digital, Nurlena juga mengingatkan agar orang tua mampu menjadi contoh yang baik di rumah. Menurut dia, anak-anak lebih mudah meniru perilaku dibanding hanya mendengarkan nasihat.

"Anak-anak sekarang melihat apa yang dilakukan orang tuanya. Kalau orang tua terus bermain handphone, anak juga akan mengikuti. Karena itu, orang tua harus memberi contoh yang baik, termasuk dalam penggunaan gadget," tegasnya.

Ia menambahkan pendidikan karakter harus dimulai dari lingkungan keluarga melalui penanaman nilai sopan santun, disiplin, etika, serta kepedulian sosial sejak dini.

"Percuma anak pintar kalau tidak memiliki etika dan sopan santun. Pendidikan karakter harus dimulai dari rumah agar anak-anak kita tumbuh menjadi generasi yang cerdas dan berakhlak baik," tuturnya.

Dalam kesempatan tersebut, Nurlena juga menyampaikan dukungannya terhadap program wajib belajar 13 tahun yang memasukkan pendidikan pra-SD atau PAUD sebagai bagian penting dalam sistem pendidikan.

Menurutnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan juga tengah memperkuat program Pra-SD selama satu tahun guna membantu kesiapan anak sebelum memasuki jenjang sekolah dasar, baik secara mental, sosial, maupun kemampuan belajar dasar.

Ia menjelaskan pada tahun ajaran 2025/2026 pemerintah masih memberikan kelonggaran bagi calon siswa SD yang belum memiliki ijazah PAUD. 

Namun mulai 2027, kebijakan tersebut akan diterapkan secara bertahap sesuai Peraturan Wali Kota Balikpapan Nomor 24 Tahun 2025.

Selain menjadi ajang kreativitas anak, pentas seni tersebut juga dimanfaatkan sebagai media pengenalan budaya lokal dan kecintaan terhadap lingkungan sejak usia dini.

"Anak-anak adalah masa depan kota ini. Ketika mereka tumbuh dengan cinta terhadap budaya, lingkungan, dan nilai-nilai kebaikan, maka kita sedang menyiapkan generasi yang kuat untuk masa depan," pungkasnya. (Adv Diskominfo Kota Balikpapan)