Reporter: Tri Agustini | Editor: Buniyamin
SAMARINDA — Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Samarinda terus mengintensifkan sosialisasi disiplin Aparatur Sipil Negara (ASN) menyusul kasus seorang PPPK yang tersandung dugaan pencurian helm beberapa waktu lalu.
Kepala Bidang Pembinaan Aparatur BKPSDM Samarinda, Aditi Paramita Wisesa mengatakan langkah pembinaan rutin dilakukan agar pelanggaran serupa tidak kembali terulang di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda.
“Secara rutin kami melakukan sosialisasi mengenai pelanggaran disiplin. Pelanggaran itu luas, mulai dari kehadiran, kinerja, pelanggaran etika sampai tindak pidana juga bisa dikenai hukuman disiplin,” jelas Aditi.
Menurutnya, khusus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), persoalan disiplin menjadi perhatian serius karena berkaitan langsung dengan evaluasi perpanjangan kontrak kerja.
“Teman-teman PPPK harus lebih berhati-hati karena hukuman disiplin nantinya mempengaruhi perpanjangan kontrak mereka,” ungkapnya.
BKPSDM Samarinda sendiri terus menyosialisasikan aturan disiplin ASN melalui berbagai kegiatan, baik secara daring maupun tatap muka langsung ke perangkat daerah.
Sosialisasi tersebut di antaranya mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 94 Tahun 2021 tentang Disiplin PNS, serta Peraturan Wali Kota Samarinda Nomor 23 Tahun 2023 tentang Penegakan Disiplin ASN di lingkungan Pemkot Samarinda.
Pihaknya juga menyisipkan materi disiplin pegawai dalam kegiatan sosialisasi manajemen talenta yang digelar di seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
“Kami sudah datang ke sekitar 40 perangkat daerah. Jadi sebenarnya ASN, baik PNS maupun PPPK sudah mengetahui apa saja yang termasuk pelanggaran disiplin,” jelasnya.
Meski pembinaan terus dilakukan, ia mengakui masih terdapat sejumlah oknum pegawai yang melakukan pelanggaran.
BKPSDM memastikan setiap pelanggaran akan tetap diproses sesuai aturan yang berlaku.
“Itu sangat kami sayangkan karena sudah kami ingatkan. Tapi setiap pelanggaran pasti akan diproses sesuai ketentuan,” pungkasnya.


