Reporter: Diansyah | Editor: Buniyamin
NUNUKAN – Curah hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kecamatan Krayan Timur sejak Minggu (17/5/2026) hingga Rabu (20/5/2026) pagi menyebabkan banjir di sejumlah titik.
Akibatnya, beberapa jembatan penyeberangan terendam air dan tidak dapat dilalui masyarakat maupun kendaraan.
Camat Krayan Timur, Marjuni mengatakan tingginya curah hujan membuat debit air sejumlah anak sungai meningkat hingga meluap ke badan jalan dan jembatan penghubung antardesa.
Kondisi tersebut menghambat aktivitas masyarakat, pelayanan pemerintahan, hingga akses pelajar menuju sekolah.
“Ketinggian air berkisar antara 50 hingga 150 sentimeter. Untuk sementara kendaraan roda dua maupun roda empat tidak dapat melintas. Bahkan, warga yang hendak menyeberang juga tertahan,” ujar Marjuni, Rabu (20/5/2026).
Ia menjelaskan, titik banjir tersebar di beberapa lokasi, di antaranya ruas jalan nasional Long Bawan menuju Long Umung di Kecamatan Krayan Timur.
Kemudian, jembatan penyeberangan Sungai Pa Lutut menuju Kantor Camat Krayan Timur serta jembatan penghubung menuju permukiman warga di Long Umung turut terendam banjir.
Menurutnya, luapan air di sejumlah titik tersebut berdampak langsung terhadap mobilitas masyarakat dan aktivitas pemerintahan.
Sejumlah pelayanan di Kantor Camat Krayan Timur terpaksa dibatasi karena akses menuju kantor tidak dapat dilalui.
“Akibat meluapnya air di beberapa titik jembatan, kegiatan masyarakat dan aktivitas perkantoran menjadi terganggu,” katanya.
Pemerintah kecamatan bersama personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nunukan yang bertugas di wilayah Krayan terus melakukan pemantauan di lokasi terdampak.
Koordinasi juga dilakukan dengan pemerintah desa guna memperoleh informasi perkembangan kondisi banjir di wilayah yang sulit dijangkau.
Untuk membantu mobilitas warga, khususnya pelajar dan masyarakat yang hendak menyeberang menuju Long Umung, BPBD Nunukan mengerahkan perahu karet sebagai sarana penyeberangan sementara.
“Penyeberangan masyarakat dan anak sekolah saat ini memanfaatkan perahu karet milik BPBD Nunukan,” ungkapnya.
Sementara itu, aktivitas aparatur di Kantor Camat Krayan Timur diberlakukan sistem bekerja dari rumah atau Work From Home (WFH) lantaran akses utama menuju kantor masih terendam banjir.
“Personel BPBD, pihak kecamatan, hingga pemerintah desa masih berada di lapangan untuk melakukan pemantauan dan penanganan,” pungkasnya.


