Wartawan Balikpapan Ikuti Capacity Building di Surabaya, Kisah Penutupan Dolly Jadi Sorotan

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Pemandu wisata, Iwan menyampaikan cerita sejarah dan perkembangan Kota Surabaya kepada rombongan wartawan Balikpapan saat perjalanan Capacity Building yang digelar BI Balikpapan, Rabu (20/5/2026). (Foto: Achmad Fadillah/Pusaranmedia.com)
Pemandu wisata, Iwan menyampaikan cerita sejarah dan perkembangan Kota Surabaya kepada rombongan wartawan Balikpapan saat perjalanan Capacity Building yang digelar BI Balikpapan, Rabu (20/5/2026). (Foto: Achmad Fadillah/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Wartawan Balikpapan Ikuti Capacity Building di Surabaya, Kisah Penutupan Dolly Jadi Sorotan

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Pemandu wisata, Iwan menyampaikan cerita sejarah dan perkembangan Kota Surabaya kepada rombongan wartawan Balikpapan saat perjalanan Capacity Building yang digelar BI Balikpapan, Rabu (20/5/2026). (Foto: Achmad Fadillah/Pusaranmedia.com)
Pemandu wisata, Iwan menyampaikan cerita sejarah dan perkembangan Kota Surabaya kepada rombongan wartawan Balikpapan saat perjalanan Capacity Building yang digelar BI Balikpapan, Rabu (20/5/2026). (Foto: Achmad Fadillah/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Wartawan Balikpapan Ikuti Capacity Building di Surabaya, Kisah Penutupan Dolly Jadi Sorotan

Pemandu wisata, Iwan menyampaikan cerita sejarah dan perkembangan Kota Surabaya kepada rombongan wartawan Balikpapan saat perjalanan Capacity Building yang digelar BI Balikpapan, Rabu (20/5/2026). (Foto: Achmad Fadillah/Pusaranmedia.com)

Reporter: Achmad Fadillah | Editor: Buniyamin

SURABAYA - Puluhan wartawan asal Kota Minyak mendapatkan pengalaman baru saat mengikuti agenda Capacity Building yang digelar Bank Indonesia (BI) Balikpapan di Kota Surabaya, Rabu (20/5/2026).

Rombongan tiba melalui Bandara Internasional Juanda di Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo sebelum melanjutkan perjalanan menuju Kota Surabaya menggunakan bus wisata.

Sepanjang perjalanan, pemandu wisata bernama Iwan memperkenalkan berbagai sisi Surabaya dan Sidoarjo, mulai dari budaya, perkembangan kawasan perkotaan hingga sejarah sosial yang pernah menjadi perhatian nasional.

Ia mengatakan Sidoarjo dikenal sebagai daerah tambak dengan ikon bandeng dan udang, sementara Surabaya identik dengan simbol hiu dan buaya. "Mayoritas warga Sedati dan Sidoarjo banyak yang bekerja di sektor budidaya bandeng dan tambak," ujar Iwan di dalam bus.

Selain membahas perkembangan kawasan penyangga Surabaya, seperti Sidoarjo dan Gresik yang kini dipenuhi pembangunan perumahan, Iwan juga menyinggung pertumbuhan penduduk Kota Surabaya yang mencapai lebih dari tiga juta jiwa.

Menurutnya, kepadatan kota membuat banyak warga memilih tinggal di daerah pinggiran. Tapi perhatian peserta capacity building paling banyak tertuju ketika Iwan mulai menceritakan sejarah kawasan Dolly, lokalisasi terbesar di Surabaya yang resmi ditutup pada 18 Juni 2014 pada masa kepemimpinan Tri Rismaharini.

Iwan menyebut penutupan Dolly menjadi salah satu langkah besar dan penuh risiko yang pernah dilakukan Pemerintah Kota Surabaya.

"Bu Risma waktu itu benar-benar berani. Bahkan sebelum penutupan, beliau sudah menyiapkan pelatihan dan bantuan modal untuk para pekerja di sana," katanya.

Ia menjelaskan pemerintah saat itu memberikan bantuan sekitar Rp3 juta hingga Rp5 juta per orang, disertai pelatihan usaha seperti salon, menjahit, hingga pembuatan sepatu agar para pekerja memiliki alternatif pekerjaan lain.

Meski begitu, proses penutupan Dolly disebut tidak berjalan mudah. Menurut Iwan, sebagian penghuni memilih berpindah ke daerah lain, sementara sebagian lainnya mulai membangun usaha baru.

"Ada yang benar-benar tobat dan buka usaha sendiri seperti warung kopi, jahit, sampai garment," ujarnya.

Dalam ceritanya, Iwan juga menyinggung alasan kuat yang membuat Tri Rismaharini tetap bersikeras menutup Dolly, salah satunya karena praktik prostitusi saat itu dinilai sudah sangat memprihatinkan.

Ia bahkan menyebut penutupan dilakukan dengan pengamanan ketat dari aparat kepolisian, TNI, dan Satpol PP karena sempat mendapat perlawanan dari sejumlah pihak.

"Situasinya waktu itu tegang, tapi akhirnya bisa ditutup total," katanya.

Selain membahas Dolly, perjalanan itu juga diwarnai cerita mengenai sejumlah ikon Surabaya seperti Tugu Pahlawan, Masjid Al-Akbar Surabaya, hingga Monumen Kapal Selam.

Rombongan juga melintasi kawasan Middle East Ring Road (MERR), jalur penghubung Surabaya Timur menuju Bandara Juanda yang kini menjadi salah satu akses utama di kota tersebut.

Tak hanya itu, Iwan turut memperkenalkan destinasi wisata dan kuliner khas Surabaya, seperti semanggi dan lontong balap, serta sejumlah kawasan populer di Surabaya Timur.

Agenda capacity building ini menjadi kesempatan bagi wartawan Balikpapan untuk mengenal lebih dekat perkembangan Kota Surabaya, termasuk transformasi sosial yang pernah terjadi di kota terbesar kedua di Indonesia tersebut.