Reporter: Aswin | Editor: Buniyamin
TENGGARONG - Dugaan peredaran narkotika golongan II jenis etomidate atau cairan rokok elektrik (liquid vape) di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus berkembang.
Kasus yang menyeret nama Kasat Resnarkoba Polres Kukar, YBA kini memunculkan informasi baru terkait pola distribusi barang tersebut ke Tenggarong.
Seorang karyawan jasa ekspedisi di Tenggarong mengungkapkan, paket yang diduga berisi etomidate ternyata bukan kali pertama dikirim ke Kukar.
Paket serupa disebut telah beberapa kali masuk melalui jalur pengiriman udara sebelum akhirnya terungkap aparat penegak hukum.
“Benar kemarin mendaratnya di Tenggarong karena alamat penerimanya memang di Tenggarong,” ujar karyawan ekspedisi yang enggan disebutkan identitasnya, Selasa (19/5/2026).
Ia mengaku tidak mengetahui secara pasti jumlah keseluruhan paket yang pernah diterima. Tapi berdasarkan ingatannya, pengiriman serupa diduga sudah terjadi lebih dari dua kali.
“Kalau yang kemarin itu sudah lebih dari dua kali kayaknya,” katanya.
Menurut dia, seluruh paket diambil langsung oleh penerima di kantor ekspedisi lantaran alamat yang dicantumkan dalam resi tidak lengkap.
“Ngambil sendiri. Karena alamatnya enggak jelas, cuma nama jalan sama kelurahan saja,” ungkapnya.
Ia juga menyebut orang yang mengambil paket sebelumnya merupakan sosok yang sama dengan pihak yang diamankan saat penggerebekan berlangsung.
“Kemarin itu dia lagi, tiga kali sama yang ketangkap kemarin,” ujarnya.
Keterangan tersebut memperkuat dugaan bahwa distribusi etomidate ke wilayah Kukar sudah berlangsung berulang kali sebelum akhirnya berhasil diungkap aparat.
Pihak ekspedisi sendiri mengaku tidak mengetahui isi paket secara rinci karena barang diterima dalam kondisi tersegel. Dalam dokumen pengiriman, isi barang hanya ditulis sebagai makanan.
“Keterangannya makanan. Jadi kami cuma kirimkan saja sesuai di resi,” tuturnya.
Ia menegaskan bahwa pihak ekspedisi tidak memiliki kewenangan untuk membuka paket milik pelanggan. “Kami cuma nimbang, isi sesuai keterangan lalu kirim,” katanya.
Menurut dugaan karyawan tersebut, kasus ini mulai terdeteksi setelah petugas bandara menemukan cairan mencurigakan dalam paket yang dikirim menggunakan pesawat.
“Kayaknya ketahuan waktu di bandara kalau ada liquid. Baru dilakukan pengembangan oleh Bea Cukai sama Polda,” tuturnya.
Saat paket tiba di Tenggarong dan hendak diambil penerima, tim gabungan Bea Cukai dan Polda Kaltim disebut langsung melakukan penyergapan di lokasi.
“Langsung datang semua dari Bea Cukai sama Polda, satu orang stand by di dalam kantor, satu orang merokok di luar, terus ada tiga mobil di depan,” katanya.
Dalam penggerebekan tersebut, paket kemudian dibuka di tempat. Dari hasil pemeriksaan, ditemukan sekitar 20 cartridge cairan vape di dalam kiriman itu.
“Sekitar 20. Bentuknya cartridge pod vape bukan botol,” ujarnya.
Sebelumnya, Polda Kaltim mengungkap dugaan keterlibatan AKP YBA dalam perkara narkotika golongan II jenis etomidate. Dalam proses pengambilan barang, YBA diduga melibatkan seorang bintara polisi berinisial AB yang merupakan anak buahnya sendiri.


