Reporter : Nur Hidayah | Editor : Buniyamin
TANJUNG REDEB - PT Berau Coal bersama Pemerintah Kampung Maluang berkolaborasi membangun dua Taman Pendidikan Alquran (TPA), yakni TPA Al Mukti di RT 9 dan TPA Baiturrahman di RT 3.
Hingga kini, kedua TPA tersebut masih aktif dimanfaatkan masyarakat sebagai tempat belajar mengaji dan pendidikan agama bagi anak-anak. Jumlah santri yang belajar pun terus meningkat.
TPA Al Mukti saat ini menampung sekitar 63 anak, sementara TPA Baiturrahman diikuti sekitar 80 anak dari berbagai RT di Kampung Maluang.
Peresmian dua TPA itu dilakukan langsung oleh Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, bertepatan dengan peringatan Hari Jadi Kampung Maluang ke-88 pada Desember 2023 lalu.
Kehadiran fasilitas tersebut menjadi salah satu bentuk dukungan pembangunan masyarakat melalui kolaborasi pemerintah kampung dan dunia usaha.
Community Based Development Manager PT Berau Coal, Reza Hermawan mengatakan pembangunan TPA merupakan bagian dari program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) perusahaan pada sektor infrastruktur dan pendidikan masyarakat.
Menurutnya, keberadaan TPA tidak hanya sekadar menghadirkan bangunan, tetapi juga menjadi tempat penting bagi anak-anak untuk memperkuat pendidikan agama dan pembentukan karakter sejak dini.
“Semoga fasilitas tersebut dapat memberikan kenyamanan bagi anak-anak saat belajar mengaji serta mendukung tumbuhnya generasi muda yang memiliki nilai keagamaan yang kuat,” ucapnya.
Sekretaris Kampung Maluang, Agus Purwati menjelaskan, sebelumnya kegiatan mengaji anak-anak masih dilakukan di masjid dan rumah warga.
Kondisi itu dinilai kurang efektif karena sering bersamaan dengan aktivitas ibadah maupun kegiatan lain di masjid.
Selain itu, meningkatnya jumlah anak yang mengikuti TPA membuat kebutuhan akan tempat belajar khusus semakin mendesak.
Pemerintah kampung kemudian menyampaikan kebutuhan tersebut kepada PT Berau Coal hingga akhirnya direalisasikan melalui pembangunan dua TPA tersebut.
Pemerintah kampung pun mengapresiasi dukungan perusahaan yang dinilai memberi manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya di bidang pendidikan nonformal.
“Dulu anak-anak mengaji masih gabung di masjid, kadang waktunya bersamaan dengan waktu sholat,” ujarnya.
Di sisi lain, salah seorang pengajar TPA, Wahidin, mengaku keberadaan dua bangunan tersebut sangat membantu proses belajar mengaji anak-anak. Menurutnya, kini para santri memiliki tempat belajar yang lebih nyaman dan tertata dibanding sebelumnya.
“Terima kasih atas pembangunan TPA ini. Kehadirannya sangat bermanfaat bagi anak-anak kami yang sebelumnya belum memiliki tempat khusus untuk belajar mengaji.”Tambahnya.
Ia menyebut, sebelum adanya TPA, kegiatan mengaji masih berpindah-pindah dan memanfaatkan rumah warga maupun area masjid.
Kini, setiap sore dua bangunan itu dipenuhi aktivitas belajar mengaji anak-anak Kampung Maluang.
Kehadiran TPA tersebut menjadi bukti bahwa kerja sama antara pemerintah kampung dan perusahaan dapat menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat serta mendukung pendidikan generasi muda di masa depan. (Adv)


