Program UMKM Dinilai Belum Maksimal, Bupati Siapkan Dashboard Pemantauan

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman. (Foto: Siswandi/Pusaranmedia.com)
Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman. (Foto: Siswandi/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Program UMKM Dinilai Belum Maksimal, Bupati Siapkan Dashboard Pemantauan

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman. (Foto: Siswandi/Pusaranmedia.com)
Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman. (Foto: Siswandi/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Program UMKM Dinilai Belum Maksimal, Bupati Siapkan Dashboard Pemantauan

Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman. (Foto: Siswandi/Pusaranmedia.com)

Reporter: Siswandi | Editor: Bambang Irawan 

SANGATTA – Bupati Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Ardiansyah Sulaiman mengkritik lambannya pelaksanaan program pengembangan koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di daerahnya.

Kritik itu disampaikan menyusul belum adanya pelaporan berkala mengenai perkembangan UMKM maupun koperasi kepada kepala daerah, meski program tersebut masuk dalam prioritas pemerintah kabupaten.

Ardiansyah mengatakan hingga saat ini pemerintah daerah belum memiliki data yang terpantau secara rutin terkait jumlah UMKM aktif, UMKM sehat, maupun perkembangan usaha masyarakat di Kutim.

“Sampai sekarang belum ada aturan yang dibuat, terutama untuk UMKM. Berapa jumlah UMKM di Kutim, berapa yang sehat, berapa yang berjalan baik, itu belum secara periodik masuk ke bupati informasinya,” katanya.

Ia menilai kondisi tersebut menunjukkan program yang dijalankan OPD terkait masih belum maksimal. Karena itu, ia meminta percepatan pelaksanaan program koperasi dan UMKM yang sebelumnya telah dirancang pemerintah daerah.

Meski demikian, Ardiansyah menyebut pembinaan koperasi di Kutim mulai mengalami perkembangan dalam beberapa tahun terakhir.

Menurut dia, jumlah koperasi di Kutim sebelumnya tercatat mencapai sekitar 1.500 hingga 2.000 unit, baik koperasi plasma maupun koperasi mandiri. Namun, sebagian besar dinilai tidak aktif.

Dalam satu hingga dua tahun terakhir, jumlah koperasi sehat di Kutim meningkat menjadi hampir 500 unit.

“Dulu hanya puluhan koperasi yang sehat, sekarang sudah hampir 500 koperasi sehat. Saya meminta program UMKM dan koperasi yang dibuat oleh bupati dan wakil bupati segera dijalankan,” ujarnya.

Untuk memperkuat pengawasan program, Ardiansyah mengaku tengah menyiapkan dashboard pemantauan di ruang kerjanya. 

Sistem itu nantinya digunakan untuk memantau perkembangan program koperasi dan UMKM secara langsung.

“Saya sedang mempersiapkan dashboard sendiri di ruang bupati untuk memantau apa yang sudah dikerjakan dinas terkait program ini,” ucapnya.

Selain menyoroti program daerah, Ardiansyah juga menyinggung pelaksanaan program nasional Koperasi Merah Putih yang saat ini mulai dibangun di tingkat desa dan kelurahan.

Ia menyebut pembangunan koperasi tersebut di Kutim telah berjalan di 115 titik dengan progres sekitar 80 persen.

Menurutnya, kesiapan operasional perlu segera dituntaskan agar koperasi itu dapat berfungsi memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.

“Semoga nanti saat operasionalnya kita sudah siap. Karena kegiatan Koperasi Merah Putih ini untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat Kutim,” tutupnya.