Dinas Perikanan PPU Prioritaskan Revitalisasi Tambak untuk Peningkatan Hasil

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Tambak milik warga di Kelurahan Sesumpu, Kecamatan Penajam, PPU. (Foto: Adi Kade/Pusaranmedia.com)
Tambak milik warga di Kelurahan Sesumpu, Kecamatan Penajam, PPU. (Foto: Adi Kade/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Dinas Perikanan PPU Prioritaskan Revitalisasi Tambak untuk Peningkatan Hasil

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Tambak milik warga di Kelurahan Sesumpu, Kecamatan Penajam, PPU. (Foto: Adi Kade/Pusaranmedia.com)
Tambak milik warga di Kelurahan Sesumpu, Kecamatan Penajam, PPU. (Foto: Adi Kade/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Dinas Perikanan PPU Prioritaskan Revitalisasi Tambak untuk Peningkatan Hasil

Tambak milik warga di Kelurahan Sesumpu, Kecamatan Penajam, PPU. (Foto: Adi Kade/Pusaranmedia.com)

Reporter: Adi Kade | Editor: Bambang Irawan 

PENAJAM - Dinas Perikanan Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) akan memprioritaskan program revitalisasi tambak dalam rangka meningkatkan hasil budidaya ikan bandeng, udang dan rumput laut jenis gracilaria. 

Kepala Dinas Perikanan PPU, Andi Trasodiharto mengatakan, PPU memiliki sekitar 6.000 Hektare (Ha) tambak produktif yang tersebar di Kecamatan Babulu, Waru, Kecamatan Penajam dan Kecamatan Sepaku. 

Dari 6.000 Ha tambak tersebut terdapat sekitar 4.000 Ha di wilayah Kecamatan Babulu. Program revitalisasi diperlukan lantaran banyak tambak milik masyarakat telah mengalami pendangkalan serta tanggul jebol. 

“Tahun depan, kami akan prioritaskan revitalisasi tambak produktif maupun ribuan tambak yang tidak aktif,” kata Andi Traso, Rabu (20/5/2026). 

Selain revitalisasi tambak yang mengalami pendangkalan, kata Andi Traso, Dinas Perikanan juga akan revitalisasi saluran air tambak serta pembangunan pintu air. 

Seperti di wilayah Kecamatan Babulu memerlukan revitalisasi saluran air dan pembangunan pintu air agar volume air dapat dikendalikan ketika terjadi air pasang laut. 

“Pembangunan pintu-pintu air perlu dilakukan agar air yang masuk dalam saluran air tambak dapat kendalikan. Hal tersebut juga dapat mencegah potensi terjadinya tanggul tambak jebol ketika dihantam air pasang,” terangnya. 

Andi Traso menekankan, pihaknya saat ini sedang melakukan pemetaan tambak dan saluran air yang memerlukan revitalisasi. Setelah pemetaan dilakukan, kemudian dilakukan perhitungan kebutuhan anggaran. 

“Mengenai jumlah sasaran revitalisasi nanti akan disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah,” pungkasnya.