Ketinggian Air Sudah Mencapai Satu Meter, Banjir Mulai Kepung Desa Atap dan Tagul di Kecamatan Sembakung Nunukan

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Kondisi banjir yang merendam SDN 004 Sembakung yang mengakibatkan aktivitas pembelajaran terganggu. (Foto: BPBD Nunukan)
Kondisi banjir yang merendam SDN 004 Sembakung yang mengakibatkan aktivitas pembelajaran terganggu. (Foto: BPBD Nunukan)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Ketinggian Air Sudah Mencapai Satu Meter, Banjir Mulai Kepung Desa Atap dan Tagul di Kecamatan Sembakung Nunukan

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Kondisi banjir yang merendam SDN 004 Sembakung yang mengakibatkan aktivitas pembelajaran terganggu. (Foto: BPBD Nunukan)
Kondisi banjir yang merendam SDN 004 Sembakung yang mengakibatkan aktivitas pembelajaran terganggu. (Foto: BPBD Nunukan)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Ketinggian Air Sudah Mencapai Satu Meter, Banjir Mulai Kepung Desa Atap dan Tagul di Kecamatan Sembakung Nunukan

Kondisi banjir yang merendam SDN 004 Sembakung yang mengakibatkan aktivitas pembelajaran terganggu. (Foto: BPBD Nunukan)

Reporter: Diansyah | Editor: Bambang Irawan

NUNUKAN – Tinggi Muka Air (TMA) Sungai Sembakung kembali mengalami peningkatan dan menyebabkan banjir merendam dua desa di Kecamatan Sembakung, Kabupaten Nunukan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nunukan terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan kondisi banjir di wilayah terdampak.

Kepala Subseksi Bidang Penyelamatan dan Evaluasi BPBD Nunukan, Hasanuddin, mengatakan banjir yang terjadi sejak Senin (18/5/2026) itu telah berdampak pada sejumlah permukiman warga di Desa Atap dan Desa Tagul.

“Di Desa Atap terdapat dua RT yang terdampak langsung, yakni RT 6 dan RT 7. Sementara di Desa Tagul terdapat satu RT yang juga terdampak banjir,” ujar Hasanuddin, Rabu (20/5/2026).

Berdasarkan hasil pemantauan personel BPBD Nunukan di lapangan, ketinggian air di RT 6 dan RT 7 Desa Atap mencapai sekitar satu meter dari permukaan jalan. Kondisi tersebut menghambat aktivitas masyarakat dan memaksa warga menggunakan perahu untuk beraktivitas. 

“Tinggi muka air di wilayah Sembakung mengalami kenaikan dibanding sebelumnya. Saat ini masyarakat di RT 6 dan RT 7 menggunakan perahu untuk beraktivitas,” jelasnya.

Meski demikian, BPBD Nunukan memastikan hingga saat ini belum ada warga yang dievakuasi atau mengungsi akibat banjir tersebut. Petugas masih terus memantau kondisi debit air Sungai Sembakung guna mengantisipasi kemungkinan banjir meluas.

Sementara itu, kondisi berbeda terjadi di wilayah Kecamatan Lumbis, Lumbis Ogong, hingga Lumbis Pansiangan. BPBD mencatat TMA di wilayah tersebut mulai mengalami penurunan dan aktivitas masyarakat berangsur kembali normal.

“Untuk wilayah Lumbis, Lumbis Ogong, dan Lumbis Pansiangan, kondisi tinggi muka air mulai surut dan aktivitas masyarakat berangsur normal. Pemantauan akan terus dilakukan dan semoga banjir segera surut,” pungkasnya.