Khawatir Permintaan Menurun, Pedagang  Hewan Kurban di Tenggarong Enggan Tambah Stok

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Salah satu penjual hewan kurban, Mitra Abadi di Jalan Ahmad Dahlan RT 07, Kelurahan Sukarame, Kecamatan Tenggarong. (Foto: Aswin/Pusaranmedia.com)
Salah satu penjual hewan kurban, Mitra Abadi di Jalan Ahmad Dahlan RT 07, Kelurahan Sukarame, Kecamatan Tenggarong. (Foto: Aswin/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Khawatir Permintaan Menurun, Pedagang  Hewan Kurban di Tenggarong Enggan Tambah Stok

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Salah satu penjual hewan kurban, Mitra Abadi di Jalan Ahmad Dahlan RT 07, Kelurahan Sukarame, Kecamatan Tenggarong. (Foto: Aswin/Pusaranmedia.com)
Salah satu penjual hewan kurban, Mitra Abadi di Jalan Ahmad Dahlan RT 07, Kelurahan Sukarame, Kecamatan Tenggarong. (Foto: Aswin/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Khawatir Permintaan Menurun, Pedagang  Hewan Kurban di Tenggarong Enggan Tambah Stok

Salah satu penjual hewan kurban, Mitra Abadi di Jalan Ahmad Dahlan RT 07, Kelurahan Sukarame, Kecamatan Tenggarong. (Foto: Aswin/Pusaranmedia.com)

Reporter: Aswin | Editor: Bambang Irawan

TENGGARONG - Menjelang Iduladha 2026, lapak pedagang hewan kurban di Tenggarong mulai ramai didatangi pembeli. Salah satu penjual hewan kurban, Mitra Abadi di Jalan Ahmad Dahlan RT 07, Kelurahan Sukarame, Kecamatan Tenggarong, menyediakan puluhan sapi dan kambing untuk memenuhi kebutuhan berkurban.

Penjual Hewan Kurban Mitra Abadi, Jo mengatakan stok hewan kurban tahun ini mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya. Saat ini, pihaknya menyediakan sekitar 18 ekor sapi dan belasan kambing.

“Untuk kurban tahun 2026 ini, sementara yang datang ada kisaran 18 ekor sapi,” ujar Jo saat ditemui di lokasi penjualan. Rabu (20/5/2026)

Sementara untuk kambing, jumlah yang tersedia saat ini masih sembilan ekor. Namun, pihaknya memperkirakan akan ada tambahan stok dalam waktu dekat.

“Kambing yang datang masih sembilan ekor, mungkin nanti ada tambahan lagi beberapa, kisaran jadi lima belasan ekor,” katanya.

Jo menjelaskan, harga sapi yang dijual berkisar mulai Rp18 juta hingga Rp23 juta per ekor. Sedangkan kambing dijual mulai Rp4 juta hingga Rp6,5 juta tergantung ukuran.

“Sapi di sini mulai dari Rp18 juta sampai Rp23 juta. Kalau kambing dari yang kecil kisaran Rp4 juta sampai yang paling besar Rp6.500.000,” jelasnya.

Ia menyebut sebagian besar hewan kurban didatangkan dari petani lokal, sementara beberapa lainnya berasal dari sapi Bali.

“Biasanya kami ambil dari petani-petani juga. Ada yang lokal, sebagian ada yang ambil dari sapi Bali,” ucapnya.

Meski permintaan mulai berdatangan, Jo mengaku belum berani menambah stok terlalu banyak karena khawatir penjualan tahun ini tidak seramai tahun lalu.

“Kalau lihat tahun ini sepertinya ada penurunan dibanding tahun kemarin, jadi kami belum berani tambah stok lagi. Sementara habiskan yang ada dulu,” tuturnya.

Ia membandingkan, pada Iduladha tahun lalu stok hewan kurban yang disediakan jauh lebih banyak. Bahkan, kandang bagian belakang penuh oleh sapi dan kambing.

“Kalau kemarin banyak, Mas. Sekitar 40-an ekor sapi ada di belakang. Kalau kambing sekitar 50-an lebih. Sampai ditaruh di belakang juga,” katanya.

Meski demikian, harga hewan kurban tahun ini di Mitra Abadi dipastikan tidak mengalami kenaikan.

“Kalau di kota-kota lain biasanya ada kenaikan karena transportasi. Tapi kalau kami, untuk penjualan masih sama seperti harga tahun kemarin,” ujarnya.

Dari total stok yang tersedia, Jo mengungkapkan sebanyak 10 ekor sapi telah terjual. Hewan yang sudah laku diberi tanda khusus di kandang.

“Yang belum laku ada, yang belum ada tulisannya,” katanya.

Pembeli hewan kurban disebut tidak hanya berasal dari Tenggarong, tetapi juga dari sejumlah kecamatan lain di Kutai Kartanegara. Bahkan, beberapa sapi berukuran jumbo direncanakan dikirim ke Kecamatan Kembang Janggut.

“Dari Tenggarong ada. Terus ada yang ukuran jumbo, tiga ekor itu katanya mau dibawa ke Kembang Janggut,” ungkap Jo.

Terkait kesehatan hewan kurban, Jo mengatakan pihaknya telah mendapat informasi bahwa pemeriksaan kesehatan akan segera dilakukan oleh petugas bersama pemerintah daerah menjelang Iduladha.

“Katanya sudah ada kabar, bentar lagi langsung sama Bupatinya juga. Biasanya H-3 atau H-4 langsung ke sini buat cek kesehatan,” pungkasnya.